Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo bekerjasama dengan Apkesmi menyelenggarakan Workshop Transformasi Digital Puskesmas, pada Selasa 22 September 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan diikuti oleh sejumlah pemegang program dari 21 puskesmas serta jajaran Dinas Kesehatan.
Workshop ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelaksanaan program dan pengelolaan data di puskesmas. Melalui transformasi digital, diharapkan proses pencarian, pengelolaan, dan pemanfaatan data dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi pengenalan App Script dan portal digital yang disampaikan oleh Habib Abu Bakar Ahmad, SKM Kepala Subbag TU Puskesmas Panjatan I. Materi tersebut memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk membangun sistem pengelolaan data yang terintegrasi di lingkungan puskesmas.
Habib menjelaskan, pemanfaatan portal digital diharapkan dapat mewujudkan konsep satu data, satu pintu di puskesmas. Dengan adanya sistem tersebut, data dari berbagai program dapat dikelola dan diakses secara lebih mudah sehingga dapat membantu petugas dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
“Harapannya, dengan adanya portal digital ini dapat menjadikan satu data satu pintu di puskesmas, sehingga mempermudah pekerjaan, terutama dalam mencari data,” jelas Habib.
dr. Rina Nuryati, MPH, Sekretaris Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini perlu diikuti oleh puskesmas. Menurutnya, hasil dari kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada tahap pemahaman, tetapi dapat diterapkan di seluruh puskesmas di Kabupaten Kulon Progo.
“Harapannya, dengan adanya bimtek ini bisa diterapkan di semua puskesmas. Dengan kemajuan digital saat ini perlu kita kejar. Di akhir acara juga ada kesepakatan atau komitmen untuk melaksanakan ini. Dengan teknologi akan mempermudah pekerjaan kita,” ungkapnya.
Dukungan terhadap inovasi digital tersebut juga disampaikan oleh dr. Renilo dalam sambutannya. Apkesmi Kulon Progo, mendukung sepenuhnya berbagai inovasi yang dapat memberikan kemudahan dan manfaat bagi puskesmas.
“Apkesmi mendukung sepenuhnya untuk sebuah inovasi yang hebat,” ujar dr. Renny Lo.
Antusiasme terhadap penerapan portal digital juga disampaikan oleh sejumlah perwakilan puskesmas. Puskesmas Girimulyo II menilai keberadaan satu portal akan sangat membantu petugas dalam mengakses data.
“Sangat membantu dengan adanya satu portal, sehingga mencari data akan semakin mudah,” ungkap perwakilan Puskesmas Girimulyo II.
Sementara itu, Puskesmas Lendah 2 menyambut baik materi yang diberikan dalam workshop. Selama ini, pihaknya telah memiliki gagasan untuk membuat satu basis data yang dapat diakses oleh seluruh program.
“Paparan yang sangat luar biasa. Sudah lama punya angan-angan membuat satu database yang bisa diakses untuk semua program. Ternyata pada hari ini sudah bisa membuat kami mendapatkan gambaran untuk ditindaklanjuti. Mudah-mudahan dapat kami implementasikan di puskesmas kami,” kata perwakilan Puskesmas Lendah 2.
Hal senada disampaikan salah satu perwakilan puskesmas lainnya. Menurutnya, selama ini pencarian data terkadang harus dilakukan dengan menghubungi penanggung jawab (PJ) masing-masing program sehingga membutuhkan waktu.
“Ini merupakan impian kita semua. Selama ini ketika mencari data harus mencari orang atau PJ-nya dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pada hari ini kami menemukan gambaran untuk jalan cepat ketika membutuhkan data, melalui satu pintu di puskesmas,” ujarnya.
dr. Viera, Perwakilan Puskesmas Temon II, juga menyampaikan ketertarikannya terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, pengembangan sistem digital seperti yang diperkenalkan dalam workshop merupakan hal yang menarik untuk diterapkan di Kulon Progo.
Sementara itu, dr. Melly menilai materi yang disampaikan sangat dibutuhkan oleh puskesmas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Habib atas penjelasan mengenai pembuatan portal digital.
“Semuanya sangat dibutuhkan. Terima kasih kepada Pak Habib tentang bagaimana membuat portal. Karena masih awal, mungkin masih banyak yang belum paham. Ini bisa dilaporkan kepada kepala puskesmas untuk mendapatkan dukungan dalam pembuatan sistem digital di puskesmas,” jelas dr. Melly.
Workshop ditutup dengan kesepakatan dan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil kegiatan serta mendorong penerapan sistem digital di masing-masing puskesmas. Melalui komitmen tersebut, transformasi digital diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan mendukung pelayanan kesehatan di Kabupaten Kulon Progo. (Up)