Bidang Pelayanan Kesehatan beserta 3 perwakilan Puskesmas yaitu Puskesmas Kokap 2, Puskesmas Wates dan Puskesmas Sentolo 2 mengikuti workshop Integrasi SATU SEHAT yang diadakan oleh Dinas Kesehatan DIY selama 3 hari pada tanggal 4 – 6 September 2024 di Balai Pelatihan Kesehatan DIY. Kegiatan dibuka oleh Ibu Sekretaris Dinas Kesehatan DIY, Ibu Dra. Siti Badriyah, Apt, M.Kes yang menyampaikan konsep Integrasi Satu sehat dapat dipahami oleh seluruh fasyankes di DIY dan menerapkan RME supaya data dapat terkirim ke Satu sehat. Narasumber yang pertama IbuTiomaida Seviana Hasmidawati Hasugian selaku Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenkes RI memaparkan Integrasi SATU SEHAT merupakan kewajiban sesuai UU no 17 tahun 2023. Sesuai dengan Permenkes 24 tahun 2024 implementasi paling lambat di tagl 31 Desember 2024 dan dengan adanya sanksi administrasi. Capaian integrase Kabupaten Kulon Progo dari 113 fasyankes terdaftar terdapat 60,18%, sudah menerapkan RME, 54,87% terintegrasi (62 fasyankes), 42% sudah mengirim data. Beliau mengharapkan daerah dapat mendampingi fasyankes untuk percepatan Integrase SATU SEHAT.
Narasumber berikutnya dari RS, akademisi dan perwakilan pengembang sistem informasi manajemen puskesmas (SIMPUS) menyampaikan pengalaman dan kiat-kiat pengiriman RME ke Satu sehat dapat berjalan dengan baik. Salah satu kiatnya adalah pengisian RME secara untuh mulai dari nama, identitas dan diagnose sampai pada kefarmasian.
Dalam rangka akselerasi Integrasi Satu sehat, masing –masing Kabupaten/kota melakukan follow up terkait capaian aliran data SATU SEHAT fasyankes meningkatkan variabel hijau pada SATU SEHAT, melakukan monitoring evaluasi ke rumah sakit, dan melakukan pertemuan rutin dengan penanggung jawab RS online dan SIRS Online. (Titi/Yandas)