Untuk mengantisipasi merebaknya Flu Babi (Swine Flu) yang sedang hangat-hangatnya jadi pembicaraan masyarakat dunia, berikut ini kutipan Surat Edaran Kewaspadaan Flu Babi dari Direktorat Jenderal dan Penyehatan Lingkungan kepada Kepala Dinas kesehatan Propinsi, UPT di Lingkungan Ditjen PP&PL serta Direktur RS Vertikal, yang mungkin ada baiknya diketahui pembaca.
Sehubungan dengan merebaknya swine flu (flu babi) di Meksiko dan Amerika Serikat saat ini, bersama ini kami informasikan hal-hal sebagai berikut :
- Swine Flu adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus
influenza A H1N1 yang dapat ditularkan melalui binatang terutama babi,
dan ada kemungkinan penularan antar manusia. Gejala secara umum sangat
mirip dengan influenza, dengan tanda-tanda klinis sebagai berikut :
- Demam, batuk, pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan
- Nafas cepat atau sesak nafas
- Mungkin disertai mual, muntah dan diare.
- Cara penularan melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung
- Masa inkubsi 3 sampai 5 hari
- Situasi saat ini sebaran kasus adalah 7 kasus konfirm di Amerika Serikat. Di Meksiko lebih dari 800 suspek kasus dilaporkan dan disertai 69 kematian. Sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus infeksi swine flu pada manusia di Indonesia.
Untuk itu diharapkan Saudara mengambil langkah-langkah antisipasi sebagai berikut :
- Mewaspadai kemungkinan masuknya virus tersebut ke wilayah Indonesia dengan meningkatkan kesiapsiagaan di pintu-pintu masuk Negara, terutama pendatang dari negara sedang terjangkit.
- Mewaspadai semua kasus dengan gejala influenza (ILI) dan segera menelusuri riwayat kontak dengan binatang (babi).
- Melaporkan kasus dengan kecurigaan kearah Swine Flu kepada Posko KLB Direktorat Jenderal PP & PL Nomor (021)4257125
- Memantau perkembangan kasus secara terus menerus melalui berbagai sarana yang dimungkinkan.
- Meningkatkan koordinasi dengan lintas program dan lintas sector serta menyebarluaskan informasi ini ke jajaran kesehatan di wilayah kerja Saudara.
Demikian atas perhatian dan kerjasama yang baik diucapkan terima kasih.
Sumber : Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Depkes RI.