
KULONPROGO (KRjogja.com) - Demam berdarah dengue (DBD) dalam musim penghujan ini di Kabupaten Kulonprogo sudah terdapat 10 penderita. Selain masyarakat diminta tetap waspada terhadap curah hujan tinggi hingga April ke depan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan sekitar agar tidak diabaikan.
"Tahun 2014 lalu jumlah penderita DBD mencapai 128 orang, diantaranya 2 meninggal. Sedangkan saat curah hujan tinggi tahun 2014 yang terjadi bulan Januari ada 10 diantaranya 1 meninggal, Februari 15, dan Maret 13 meninggal 1. Selama Januari 2015 ini yang positif DB ada 10 orang, diantaranya kami mendapat laporan diantaranya dari RS Panti Rapih serta lainnya, dan kami akan ditindaklanjuti," ujar Kasi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Slamet Riyanto SKM pada Dinas Kesehatan Kulonprogo di Wates, Senin (26/01/2015).
Terhadap yang sudah positif DB di wilayahnya dan terdapat penularan, pihak Dinkes sedang melakukan survei sebelum penyemprotan. "Di Pongangan Sukoreno Sentolo terdapat penderita 4 dan Sentolo Kidul 2. Kami akan melakukan fogging atau pengasapan, karena sudah ada penularan. Di Pundak Kembang Nanggulan sudah 3 penderita yang terkena DB dan akan dilakukan fogging pula. Sementara pada awal Januari lalu di Ngestiharjo ada informasi yang terkena DB, namun setelah ada hasil lab ternyata bukan DB," kata Slamet.
Di Kulonprogo saat ini terdapat daerah endemis yaitu daerah yang berturut-turut selama tiga tahun ada kasus demam berdarah pada 16 desa/kelaurahan. Sedangkan daerah sporadis daerah yang selama tiga tahun tidak berturut-turut terkena DB ada 61 desa dan yang bebas DB terdapat 11 desa.
"Karena curah hujan masih tinggi yakni Januari hingga April maka masyarakat diminta waspada terhadap kebersihan di dalam maupun luar lingkungan sekitar. Biasanya masyarakat lebih memperhatikan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di dalam rumah, sehingga kadang terabaikan yang di luar rumah atau lingkungannya. Masyarakat harus bisa secara rutin membersihkan lingkungan secara bersama-sama agar tidak menjadi sarang nyamuk atau setidaknya dapat meminimalisir jentik nyamuk," pesan Slamet. (Wid)