Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

WADAH ISI ULANG

Admin Web OPD
Artikel
10 Juni 2026 02:57:52

Image Berita


 

Krisis plastik sekali pakai yang melanda Indonesia dan dunia membutuhkan solusi yang tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga membangun sistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Sistem reuse menawarkan solusi revolusioner dengan menyediakan alternatif terhadap plastik sekali pakai melalui praktik isi ulang, penggunaan kemasan atau wadah yang dapat digunakan ulang, dan produk berbasis lokal.

Arah kegiatan yang dapat digunakan sebagai pedoman adalah :

§  Menghidupkan Kembali Budaya Reuse: Dorong budaya reuse sebagai solusi utama untuk mengurangi plastik sekali pakai melalui sistem isi ulang dan kemasan guna ulang lintas sektor.

§  Manfaat Ekonomi & Penciptaan Lapangan Kerja: Sistem reuse menciptakan peluang ekonomi baru dengan melibatkan komunitas lokal dalam pengumpulan dan distribusi kemasan sambil mendukung kearifan lokal.

§  Solusi atas Krisis Plastik Sekali Pakai: Reuse secara signifikan mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, menghasilkan pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.

§  Pengurangan Emisi Melalui Reuse: Mengganti plastik sekali pakai dengan sistem reuse menurunkan emisi dari produksi dan pembuangan plastik, serta jejak karbonnya.

§  Insentif Pajak untuk Inisiatif Reuse: Diperlukan kebijakan yang menawarkan insentif pajak bagi bisnis agar mengadopsi sistem reuse/refill dan mempercepat solusi ramah lingkungan.

§  Hak Komunitas atas Sistem Reuse: Setiap orang berhak mendapatkan akses mudah dan terjangkau terhadap sistem reuse yang mendukung konsumsi berkelanjutan.

JENIS -JENIS PLASTIK KEMASAN :  

 

Pentingnya Memahami Kode Plastik untuk Rumah Tangga

Setelah tahu jenis-jenis plastik, sekarang pertanyaannya, kenapa kita perlu peduli dengan kode plastik tersebut?

1.  Keamanan Pangan

Plastik yang salah bisa melepaskan zat kimia berbahaya ke makanan. Misalnya, botol PET (kode 1) yang dipakai berulang atau wadah PS (kode 6) untuk makanan panas. Dengan mengenali kode, kita bisa lebih hati-hati memilih wadah, terutama untuk makanan anak-anak.

2.  Aksi Daur Ulang

Kode ini juga membantu proses daur ulang. Kalau kita memilah sampah plastik sesuai kode, proses daur ulang jadi lebih mudah dan efektif. Bayangkan kalau semua orang terbiasa melakukan ini, jumlah plastik yang berakhir di TPA atau laut bisa jauh berkurang.

 

Tips Praktis dalam Memilih dan Menggunakan Plastik

Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar lebih bijak dalam memilih dan menggunakan plastik agar tetap aman untuk kesehatan sekaligus ramah lingkungan.

·        Baca kode di bawah kemasan. Biasakan cek angka di segitiga daur ulang sebelum membeli.

·        Gunakan sesuai fungsinya. Jangan isi ulang botol PET berkali-kali, atau jangan panaskan makanan di wadah PS.

·        Utamakan PP (kode 5). Kalau untuk bekal dan wadah makanan berulang, ini pilihan terbaik.

·        Kurangi plastik sekali pakai. Gunakan botol minum isi ulang, tas kain, atau wadah kaca.

·        Pisahkan sampah plastik. Pilah berdasarkan jenis agar lebih mudah didaur ulang.

Kenali Kode Plastik Daur Ulang: Simbol Keamanan Makanan Anda

Setiap wadah plastik memiliki kode segitiga daur ulang dengan angka di dalamnya. Kode ini adalah petunjuk penting untuk mengetahui keamanan dan penggunaan terbaik wadah tersebut. Klik angka di bawah untuk mempelajari lebih lanjut tentang jenis plastik, tingkat keamanannya, dan contoh penggunaannya.

Perbandingan Cerdas: Jenis Plastik Aman untuk Wadah Makanan

Visualisasi ini membandingkan tiga jenis plastik yang paling umum dan dianggap aman untuk makanan: HDPE, LDPE, dan PP. Pahami perbedaan sifat utama mereka untuk memilih wadah yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tips Penting untuk Penggunaan Plastik yang Lebih Aman

1. Pilih plastik dengan kode 2 (HDPE), 4 (LDPE), dan 5 (PP) untuk penggunaan berulang, terutama untuk wadah bekal.

2. Gunakan wadah plastik sesuai peruntukannya, pastikan ada label 'microwave safe' sebelum dipanaskan.

3. Cuci bersih wadah plastik baru sebelum digunakan pertama kali untuk menghilangkan sisa produksi.

4. Segera ganti wadah plastik yang sudah tergores, kusam, atau berubah warna karena dapat melepaskan zat berbahaya.

Yang Harus Dihindari

1. Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik di microwave jika tidak memiliki label 'microwave safe'.

2. Jangan gunakan kembali botol plastik sekali pakai (kode 1 PET) untuk penggunaan jangka panjang, terutama untuk minuman panas.

3. Hindari menyimpan makanan panas, berlemak, atau berminyak dalam plastik kode 3 (PVC) atau 6 (PS).

4.J angan menggunakan sabun cuci yang abrasif atau sikat kawat yang bisa menggores permukaan plastik.

 

Harga plastik yang semakin mahal membuat banyak orang mencari alternatif untuk menyimpan makanan. Banyak wadah yang lebih ramah lingkungan dan cocok sebagai pengganti plastik. Plastik sendiri masih jadi primadona untuk membungkus makanan, menyimpan makanan, sampai untuk membawa makanan. Padahal, ada banyak wadah alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan selain plastik. Karena selain berpotensi menambah limbah, penggunaan plastik juga dapat berdampak pada kesehatan dan lingkungan dalam jangka panjang.  Dilansir dari Meghan Telpner (10/04/2026), berikut lima cara menyimpan makanan tanpa plastik yang bisa menjadi pilihan. :

 

1. Stoples Kaca

Stoples kaca atau mason jar menjadi salah satu pilihan populer untuk menyimpan makanan tanpa plastik. Wadah ini tersedia dalam berbagai ukuran dan relatif terjangkau. Selain membeli baru, orang-orang juga bisa memanfaatkan kembali botol kaca bekas makanan yang sudah dibersihkan dengan menyeluruh. Stoples kaca dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis makanan, mulai dari sup, saus, biji-bijian, hingga sayuran yang telah dipotong. Selain praktis, wadah ini juga membantu menjaga kualitas makanan lebih baik. Meski lebih berat dibandingkan plastik, penggunaannya dinilai lebih aman dan ramah lingkungan dalam jangka panjang.

2. Wadah Makanan Kaca

Selain stoples kaca, wadah makanan berbahan kaca juga menjadi alternatif yang banyak digunakan untuk menyimpan makanan di rumah. Bentuknya yang lebih beragam membuatnya cocok untuk menyimpan makanan seperti sayuran, makanan berkuah, hingga makanan matang. Wadah ini umumnya dilengkapi tutup yang rapat dan mudah dibuka, sehingga praktis untuk bekal sehari-hari. Material kaca yang digunakan biasanya tahan panas dan aman untuk dicuci berkali-kali. Selain itu, wadah kaca tidak mudah menyerap bau atau warna makanan sehingga kualitas makanan tetap higienis.

3. Aneka Daun Pembungkus Makanan

Berbagai jenis daun di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembungkus makanan yang ramah lingkungan, serta untuk mengurangi penggunaan plastik. Misalnya daun jambu air yang kerap digunakan untuk membungkus tape dan nasi jamblang, sekaligus memberi warna alami pada makanan.  Ada juga daun talas yang lebar dan lentur cocok menampung makanan tanpa mudah robek. Daun bambu juga digunakan setelah melalui proses perebusan agar lebih fleksibel dan biasanya digunakan untuk membungkus bakcang. Tentunya daun pisang yang selama ini primadona jadi pembungkus makanan juga tetap jadi alternatif ramah lingkungan. Daun pisang bisa digunakan sebagai pembungkus nasi, aneka kue, hingga alas makan.

4. Wadah Stainless Steel

Wadah stainless steel juga menjadi pilihan yang tahan lama dan ramah lingkungan. Material ini dikenal kuat, tidak mudah rusak, serta aman digunakan untuk menyimpan makanan. Wadah stainless steel tersedia dalam berbagai ukuran dan model, termasuk yang kedap udara atau berbentuk kotak makan.  Selain itu, bahan ini tidak mudah pecah seperti kaca, sehingga lebih aman untuk dibawa bepergian. Namun, penting untuk memastikan bahwa wadah stainless steel itu aman untuk makanan (food grade).

5. Kantong Makanan Reusable

Kantong makanan yang dapat digunakan berulang kali atau reusable menjadi alternatif lain pengganti plastik sekali pakai untuk menyimpan makanan dan bahan-bahan makanan di rumah. Produk ini biasanya terbuat dari bahan kain khusus atau silikon yang aman untuk makanan. Kantong reusable dapat digunakan untuk menyimpan camilan, buah, hingga makanan kering. Selain fleksibel, kantong ini juga mudah dibersihkan dan dapat digunakan berkali-kali. Dengan berbagai pilihan desain dan ukuran, kantong reusable menjadi solusi praktis untuk mengurangi limbah plastik sekaligus tetap praktis dalam menyimpan makanan.

(Suparmanto)

 

 

Daftar Pustaka :

1.        https://aliansizerowaste.id/sistem-guna-ulang/ (Diakses, 4 Juni 2026 )

2.        https://www.dapurumami.com/artikel-tips/jenis-plastik-kemasan-dan-kode-daur-ulangnya , Azzahra Ilka Aulia 15 Oct 2025, 10:10 ( Diakses, 4 Juni 2026)

3.        https://eco.espos.id/refill-station-belanja-cerdas-minim-sampah-2159445 ( Diakses, 4 Juni 2026)

4.        https://tirto.id/ekomendasi-food-container-yang-bagus-awet-dan-terbaik-hgC1 ( Diakses, 4 Juni 2026)

5.        https://food.detik.com/info-kuliner/d-8438564/harga-plastik-melonjak-ini-5-wadah-alternatif-yang-lebih-hemat-dan-aman, ( Diakses, 4 Juni 2026) 

 

 

Source: Dinas kesehetan Kulon Progo

WhatsApp Chat