
Sepuluh Langkah Bebas Kanker
Oleh: Nurul Laily Hidayati, S.SIT, M.Kes.*)
Masalah yang paling penting agar kita terhindar dari kanker adalah dengan mengetahui kebiasaaan apa saja yang dapat meningkatkan risiko kanker dan apa saja yang bisa melindungi kita dari penyakit tersebut. Makanan merupakan salah satu dari beberapa faktor yang dapat meningkatkan atau mengurangi risiko kanker, namun selain itu ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan dalam
1. Ketahui riwayat penyakit keluarga
Beberapa kanker seperti kanker payudara, kolon, dan ovarium dapat diturunkan. Jika Anda tahu ada anggota keluarga yang menderita kanker tersebut maka sebaiknya konsultasi dengan dokter agar dipilihkan tes medis yang tepat. Ini penting karena semakin dini penyakit kanker diketahui maka semakin besar harapan untuk sembuh.
2. Menghindari paparan zat berbahaya dari lingkungan
Zat kimia seperti arsen, vinil klorid, nikel, krom, dan benzen merupakan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. Para pekerja tambang atau pekerja industri yang menggunakan zat-zat diatas mempunyai resiko terkena kanker dan gangguan kesehatan lainnya. Namun jika zat-zat tersebut sudah mencemari udara (debu) dan air dan lingkungan maka dampaknya akan meluas lagi.
.
Daftar zat kimia dan penyakit kanker yang ditimbulkan
|
Bahan Kimia |
Jenis Kanker |
|
Alkohol |
Kerongkongan, mulut, tenggorokan |
|
Arsen |
Paru-paru |
|
Asbes |
Paru-paru, pleura |
|
Amin aromatik |
Kandung kemih |
|
Agen alkilating |
Leukemia, kandung kemih |
|
Benzen |
Leukemia |
|
Dietilstilbestrol |
Hati, vagina (jika pemaparan terjadi sebelum lahir) |
|
Krom |
Paru-paru |
|
Nikel |
Paru-paru, sinus hidung |
|
Sirih |
Mulut, tenggorokan |
|
Torotras |
Pembuluh darah |
|
Tembakau |
Kepala, leher, paru-paru, kerongkongan, kandung kemih |
|
Oksimetolon |
Hati |
|
Vinil klorida |
Hati |
3. Kontrol Berat Badan Anda
Menjaga agar berat badan kita selalu dalam batas ideal sangat menyehatkan dan menjaga penampilan kita. Berat badan yang selalu ideal dapat mengurangi risiko terkena penyakit diabetes type 2 dan penyakit jantung.
Ukuran berat badan ideal bagi orang dewasa adalah dengan Rumus Indek Masa Tubuh (IMT) sebagai berikut.
BB (Kg)_
TB (m)²
Keterangan:
BB = Berat Badan
TB = Tinggi Badan
Hasil dari pembagian di atas dapat dikelompokkan ke dalam status gizi sebagai berikut.
|
Status Gizi |
Kategori |
IMT |
|
Kurus
Normal Gemuk |
Kurus sekali Kurus Normal Obesitas ringan Obesitas berat |
<17,0 17,0 – 18,4 18,5 – 25 >25,0 – 27,0 >27 |
Contoh:
Seorang yang mempunyai berat badan 50 kg dan mempunyai tinggi badan 150 cm. Nilai IMT orang tersebut adalah: 50_ = 22,2
1,52
Artinya, orang tersebut termasuk normal.
Pentingnya menjaga berat badan tentu saja berhubungan dengan risiko kanker, karena para ahli menemukan bahwa kegemukan berhubungan dengan peningkatan hormon estrogen dan hormon-hormon yang lain. Peningkatan hormon ini sangat berhubungan dengan peningkatan risiko kanker kolon dan kemungkinan kanker lain seperti kanker pankreas, endometrium (lapisan rahim), dan kanker payudara pada wanita yang telah menopause.
Ada dua sebab obesitas yaitu kurang aktivitas fisik dan kelebihan asupan kalori. Mereka yang sudah kelebihan berat badan atau obesitas disarankan untuk menghindari kenaikan berat badan tambahan, dan menurunkan berat badan melalui diet rendah kalori dan olahraga.
4. Rajin melakukan deteksi dini
Anda bisa melakukan deteksi dini secara mandiri untuk penyakit kanker kulit dan kanker payudara, dan deteksi dini dengan tes di sarana pelayanan kesehatan. Beberapa tes seperti pap smear dan colonoscopi selain dapat mendeteksi kanker secara dini juga bisa untuk mencegah timbulnya kanker. Tes tersebut dapat mendeteksi sel-sel yang tidak normal sebelum berubah menjadi kanker. Tentu saja pencegahan akan efektif jika dilakukan secara rutin. Tes yang lain seperti PSA, mammogram, dan yang lainnya bisa mendeteksi dini kanker namun tidak bisa untuk pencegahan, walaupun begitu semakin awal dapat diketahui akan lebih baik.
5. Hubungan seks yang aman
Anda mungkin bertanya tanya apa hubungan seks dan kanker? Seks yang tidak aman dapat menularkan infeksi human papilomavirus (HPV) yang merupakan faktor risiko penyebab timbulnya kanker leher rahim dan kanker lain. Selain itu HIV/AIDS juga berhubungan dengan beberapa kanker.
6. Berolahragalah 30 menit atau lebih setiap hari
Olahraga adalah gerakan badan yang menghasilkan pengeluaran energi sehingga merupakan bagian dari keseimbangan energi. Poin ini penting karena salah satu cara menjaga berat badan ideal adalah dengan olahraga atau olahraga. Menurut beberapa penelitian olahraga sangat menguntungkan bagi kesehatan antara lain:
ü Menjaga berat badan.
ü Menjaga kadar hormon dalam darah tetap normal sehingga kita terhindar dari peningkatan risiko menderita kanker.
ü Mengurangi risiko tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung.
ü Memperkuat sistem imun kita dan menjaga pencernaan kita tetap sehat.
ü Menjaga kesehatan tulang, otot, dan sendi.
Beberapa penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang baik antara olahraga dengan pengurangan risiko penyakit kanker kolon, payudara, prostat, paru paru, lapisan uterus (endometrium). Para ahli menyarankan olahraga atau olahraga yang baik setiap hari selama 60 menit untuk kategori sedang dan 60 menit untuk kategori berat. Kategori sedang jika jantung kita berdetak lebih cepat dari bisaanya dan nafas kita lebih dalam dari biasanya. Kategori berat saat jantung berdetak lebih cepat lagi dan kita mulai berkeringat.
7. Hindari sinar matahari terik
Jika pada usia 10 sampai 19 tahun Anda mendapat sinar matahari yang cukup maka risiko untuk kanker payudara akan lebih rendah daripada orang yang kurang terpapar sinar matahari. Namun perlu diingat bahwa sinar matahari yang baik adalah sinar pada pagi hari. Sebaliknya Anda menghindari sinar matahari di siang hari karena ternyata tidak baik dan meningkatkan risiko kanker kulit. Pakailah kain pelindung atau krim tabir surya jika harus keluar rumah.
8. Jangan merokok dan hindari terkena asap rokok
Rokok merupakan penyebab kanker paru dan kanker lainnya. Cara terbaik untuk menguranginya adalah segera berhenti merokok dan jangan mulai merokok bagi yang belum merokok. Hindari pula asap rokok karena menjadi perokok pasif juga berisiko terkena kanker. Asap rokok mengadung 60 jenis zat karsinogen
9. Mengatur makanan yang anda konsumsi dengan cara:
· Perbanyak makanan yang melindungi kita dari kanker (sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan).
· Mengurangi konsumsi makanan yang dapat meningkatkan risiko kanker.
10. Jangan menggunakan suplemen untuk melindungi kita dari kanker
Para ahli sepakat bahwa sumber zat gizi terbaik adalah makanan dan minuman bukan suplemen gizi. Semua komponen dalam makanan bermanfaat untuk kesehatan kita seperti serat, vitamin, mineral, dan pitokimia. Pastikan dua per tiga atau lebih dalam makanan kita adalah sayuran, buah-buahan atau kacang-kacangan.
Para peneliti melaporkan bukti yang kuat bahwa beberapa suplemen makanan dosis tinggi terdapat risiko kanker yang berbeda. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa suplemen juga dapat mengganggu keseimbangan nutrisi dalam tubuh kita. Suplemen beta karoten justru meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perokok. Suplemen direkomendasikan pada keadaan tertentu oleh para ahli, yaitu:
· Wanita usia subur yang berencana mempunyai anak, disarankan mengonsumsi asam folat sampai usia kehamilan 12 minggu.
· Wanita hamil disarankan mengonsumsi vitamin D dan tablet Fe jika anemia.
· Anak usia 6 bulan sampai lima tahun disarankan mengonsumsi vitamin A, C, dan D, termasuk pada anak yang mempunyai nafsu makan yang baik.
· Usia lanjut yang membutukan makanan berkalori rendah juga harus diimbangi dengan multivitamin dosis rendah.
Orang yang disarankan minum suplemen vitamin D adalah usia lanjut, orang yang jarang sekali kena sinar matahari, orang yang menutup semua kulitnya jika keluar rumah dan orang tidak makan daging dan minyak ikan.

Nurul Laily Hidayati, SSIT, M.Kes.
Staf Seksi Kesga Dinkes Kulon Progo.