Puskesmas Sentolo I
POSBINDU SENTOSA
(Semua Penyandang Disabilitas mendapatkan Pelayanan Terpadu,
Holistik, Sehat dan Aman)
Penyandang disabilitas memiliki kerentanan lebih besar terhadap masalah kesehatan, memerlukan perawatan spesialis dan rehabilitasi untuk mengatasi gangguan yang sedang berlangsung yang dapat diakses dari pelayanan kesehatan primer. kami mengembangkan strategi untuk meningkatkan akses disabilitas ke pelayanan kesehatan, memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan kepada kelompok disabilitas sesuai dengan kebutuhan dan masalah kesehatan yang dialami oleh kelompok disabilitas tersebut. DI Yogyakarta (33,2%) merupakan tertinggi ke 3 se-Indonesia. Sementara Kabupaten Kulon Progo, terdapat 5.571 penyandang disabilitas tahun 2019.Puskesmas menemukan penyandang disabilitas melalui kunjungan rumah dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, didapatkan kurang dari 5% penyandang disabilitas yang mengakses pelayanan kesehatan. Berdasarkan masalah tentang pelayanan pada disabilitas dan tingginya angka disabilitas di DIY serta mengingat pentingnya akses ke pelayanan kesehatan dan memberikan hak akses kesehatan yang adil dan merata untuk semua, maka kami mengembangkan Posbindu disabilitas untuk memunculkan inisiasi pelayanan kesehatan umum pada penyandang disabilitas. Pelayanan ini berupa Posbindu SENTOSA (Semua Penyandang Disabilitas mendapatkan Pelayanan Terpadu, Holistik, Sehat dan Aman) yang menyediakan kemudahan transportasi dan perawatan kesehatan untuk menghilangkan hambatan akses bagi penyandang disabilitas. Posbindu Sentosa adalah inovasi pelayanan disabilitas dengan pendekatan yang lebih komprehensif. Inovasi ini melengkapi pelayanan disabilitas yang sudah berjalan, melalui penguatan pada manajemen masalah yang dikelola oleh dokter berkolaborasi antar profesi dan lintas sektor. Kegiatan perawatan kesehatan penyandang disabilitas sebelumnya memperhatikan kekhususan kebutuhan perawatan kesehatan saja, namun permasalahan kesehatan umum seperti hipertensi, diabetes melitus muncul sebagai permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan intervensi secara menyeluruh yang berpusat pada penyandang disabilitas. Sehingga kami mengkoordinasikan beberapa fasilitas kesehatan, kelompok masyarakat maupun LSM telah mempunyai kegiatan khusus penyandang disabilitas menjadi bagian pelayanan perawatan kesehatan disabilitas bersama.