Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

HARI KANKER SEDUNIA 2025”United by Unique”

Admin Web OPD
Berita
04 Februari 2025 03:32:44

Image Berita


              Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day diperingati pada tanggal 4 Februari setiap tahunnya.Tema yang diusung tahun ini adalah”United by Unique” atau “Disatukan oleh Keunikan”. Tema tersebut mengingatkan kita bahwamengingatkan bahwa dibalik setiap penderita kanker memiliki perjalanan kisah yang unik karena kebutuhan setiap individu penderita kanker itu berbeda dan sesuai dengan kondisi masing-masing.Itulah sebabnya, semangat mempererat kebersamaan dan komitmen untuk peduli sangat diperlukan agar menghasilkan kesehatan yang terbaik. Perlu ditekankan juga cara kita memandang kanker lebih dari penyakit lain, sehingga perlu dilakukan perawatan terintegrasi yang berpusat pada manusia berlandaskan kasih sayang dan empati.

Hari Kanker Sedunia diinisiasi oleh Union for International Cancer Control (UICC) yang berbasis di Jenewa, Swiss pada tahun 1993. Pada tahun 2000 melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dunia melawan kanker yang diadakan di Paris, Perancis diresmikan Hari Kanker Sedunia. Konferensi tersebut memiliki komitmen untuk memformulasikan berbagai upaya pemberantasan kanker di seluruh dunia dan penelitian medis kanker guna memahami penyebab dan penemuan terapi berbagai jenis kanker. KTT kemudian menghasilkan sebuah dokumen Charter of Paris Against Canceratau Piagam Paris Melawan Kanker yang terdiri dari 10 pasal. Piagam tersebut menghasilkan komitmen global untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas hidup pasien kanker.

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia dan dianggap sebagai penyakit tidak menular katastropik karena selain mengancam nyawa juga membutuhkan biaya pengobatan yang besar serta proses perawatan yang lama. Organisasi Kesehatan Dunia WHO (WHO), melalui lembaga riset kanker International Agency for Research on Cancer (IARC)tahun 2022, merilis data dimana kasus kanker baru di dunia mencapai angka 20 juta kasus, dengan jumlah kematian sebesar 9,7 juta kasus. Prevalensi penderita kanker 5 tahun terakhir dilaporkan sebanyak 53,5 juta. Pada tahun 2050 diprediksi terjadi peningkatan 77% penderita kanker baru dari 20 juta kasus menjadi 35 juta kasus. Dari angka ini, kanker paru memiliki kasus terbanyak (12,4%), diikuti kanker payudara (11,6%), kanker kolorektal (9,6%) dan kanker prostat (7,3%). Kanker paru banyak dialami oleh laki laki dan memiliki mortalitas 18,7% dari seluruh jenis kanker, diikuti kanker kolorektal 9,3%, kanker liver 7,8%, kanker payudara pada perempuan 6,9% dan kanker lambung 6,8%. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan) tahun 2022 di Indonesia, lebih dari 408.661 kasus baru dan hampir jumlah kematian sebanyak 242.988. Prevalensi penderita kanker 5 tahun terakhir dilaporkan sebanyak 1.018.110kasus. Pada tahun 2040 diprediksi jika tidak ada intervensi jumlah penderita kanker baru di Indonesia akanmencapai 6.445.346 kasus. Terdapat 3 besar kanker pada laki-laki yakni kanker paru dengan 15,4%, diikuti kanker kolorektal 11,6%, kanker liver 9,7%. Terdapat 3 besar kanker pada perempuan yakni kanker payudara 30,1%, diikuti kanker serviks 16,8%, kanker ovarium 6,9%. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan, jenis kanker terbanyak yakni kanker payudara 16,2%, kanker paru 9,5%, kanker servik 9%, kanker kolorektal 8,7%, kanker liver 5,8%.

            Dari segi pembiayaan, beban kanker terhadap pembiayaan sistem kesehatan relatif tinggi. Biaya medis pengobatan kanker di Amerika pada tahun 2015 sebesar $190,2 miliar dan meningkat 10 persen menjadi $208,9 miliar pada tahun 2020. Di Indonesia sendiri pembiayaan pengobatan kanker meningkat dari posisi kesembilan pada tahun 1990 menjadi posisi kedua pada tahun 2020. Selain menimbulkan mortalitas dan morbiditas, kanker menyebabkan hilangnya waktu produktif akibat ketidakmampuan atau disabilitas, yang biasa diukur menggunakan Disability Adjusted Life Years atau DALYs. Total Disability Adjusted Life Years di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 7,38% dibandingkan penyakit lainnya. Penderita kanker juga mengalami dampak finansial yang berarti karena selain terdapat biaya yang hilang karena pekerjaan yang tidak produktif, disisi lain tidak semua pemeriksaan diagnostik dan pengobatan inovatif ditanggung oleh BPJS. Pada tahun 2020, BPJS mengeluarkan 3,3 triliun untuk pengobatan kanker dan meningkat hampir 50% pada tahun 2023 menjadi 5,9 triliun. Menurut data BPJS pada tahun 2022, biaya pengobatan kanker per pasien menurut jenis kanker seperti kanker paru rata-rata 9,9 juta, kanker serviks 11,3 juta, kanker kolorektal 23 juta, kanker hati 10 juta, kanker nasofaring 16,5 juta, kanker pankreas 34 juta, kanker otak dan sistem saraf 10,2 juta.

            Pemerintah Indonesia memfokuskan penanganan dan pengendalian kanker pada lima jenis kanker yakni kanker payudara, servik, paru, kolorektal, serta kanker pada populasi anak (<18 tahun). Pertimbangan skala prioritas tersebut berdasarkan data epidemiologi dan beban pembiayaan yang dikeluarkan. Kanker pada anak menjadi prioritas pemerintah karena menurut WHO Global Initiative for Childhood Cancer tingkat kanker anak dapat diobati (highly curable) melalui akses diagnostik, terapi yang adekuat, serta adanya layanan dukungan yang memadai.Tingkat kesitaan kanker anak di negara maju mencapai 80% (high income countries)karena pelayanan kanker yang komprehensif sedangkan negara berpendapatan rendah dan menengah (low-and-middle-income countries) hanya sekitar 20%.

            Pemerintah terus berupaya memperkuat sistem kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian kanker. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah menyusun Rencana Kanker Nasional (RKN) 2024-2034 atau secara global dikenal istilah National Cancer Control Plan (NCCP). Rencana Kanker Nasional tersebut akan menjadi acuan arah strategi dan rencana aksi dalam pencegahan dan pengendalian kanker. Terdapat 6 strategi dalam pencegahan dan pengendalian kanker antara lain:

1.      Strategi promotif dan preventif

Upaya promotif dan preventif adalah upaya yang sangat penting dalam pencegahan dan pengendalian kanker. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Anand et al (2008), menunjukkan bahwa 5-10% kanker disebabkan oleh faktor genetik, sedangkan 90-95% disebabkan karena faktor lingkungan dan gaya hidup. Dari kasus kematian akibat kanker, 25-30% disebabkan oleh tembakau, 25-30% akibat pola makan yang tidak sehat, 15-20% akibat infeksi dan sisanya akibat faktor radiasi, stress, kurang aktivitas fisik yang menyebabkan obesitas serta polutan lingkungan. Fasilitas layanan primer menjadi ujung tombak kegiatan promotif dan preventif melalui upaya-upaya antara lain: edukasi masyarakat tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) seperti mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, makan rendah gula lemak dan garam, membatasi minuman dan makanan pengawet, membatasi makanan dibakar, tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol serta rajin aktivitas fisik, upaya perluasan imunisasi seperti vaksin HPV dan vaksin hepatitis B, memaksimalkan program prolanis, program sekolah sehat dan olahraga ditempat kerja, membentuk komunitas olahraga, pemberdayaan masyarakat dan kemitraan, peningkatan kapasitas kader dalam memberi penyuluhan dan mendorong desa mengalokasikan dana untuk sarana olahraga masyarakat dan menginisiasi terbentuknya Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

2.      Strategi skrining dan deteksi dini

Kegiatan skrining dan deteksi dini memiliki tujuan meningkatkan kesiapan dan kapasitas fasilitas kesehatan dalam pelaksanaan skrining dan deteksi dini, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi terpadu di layanan primer maupun rujukan, mengurangi persentase jumlah pasien kanker yang terdeteksi pada stadium lanjut. Saat ini pemerintah sedang melakukan transformasi layanan kesehatan melalui program Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas dengan fokus pelayanan sesuai dengan kelompok usia. Terdapat skrining dan deteksi dini penyakit sesuai dengan kelompok usia. Program SADANIS (Periksa payudara secara klinis oleh tenaga kesehatan) dan SADARI (periksa payudara sendiri) untuk deteksi dini kanker payudara, melakukan skrining kanker leher rahim/ serviks menggunakan tes inspeksi visual asam asetat (IVA) dan HPV DNA, Skrining dan deteksi dini paru termasuk kuestioner NaRu (self- assessment keNali paRu), skrining obesitas karena memiliki risiko terhadap 13 jenis kanker melalui efek peradangan kronis serta peningkatan kadar insulin, deteksi dini kanker kolorektal pada pasien usia>50 tahun dengan BAB berdarah dan atau riwayat keluarga kanker usus/adanya polip adenomatosa/inflammatory bowel disease, penemuan dini kanker anak oleh tenaga kesehatan dimana umumnya keluhan yang ada seperti demam terus menerus, sakit kepala berat, nyeri tulang dan penurunan berat badan, benjolan dileher dan ketiak, bintik putih pada bagian pupil (leukokoria). Petugas medis dapat mengisi formulir penemuan dini kanker pada anak yang terdapat dalam buku panduan penemuan dini kanker anak dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tahun 2023.

3.      Strategi peningkatan akses layanan dan tatalaksana kanker dari diagnosis sampai paliatif

Kementerian kesehatan terus meningkatkan pelayanan kesehatan melalui penguatan SDM dan perbaikan fasilitas kesehatan dilayanan primer sampai rujukan di Indonesia. Pemenuhan alat hematoanalyzer dan blood chemical analyzer ke lebih dari 10.000 puskesmas di Indonesia dan ditargetkan rampung pada tahun 2027. Alat diagnostik canggih seperti digital pathology dan flow cytometry ke rumah sakit di 514 kabupaten/kota, SPECT-CT ke rumah sakit di 34 provinsi, serta PET CT Scan ke 16 rumah sakit vertikal Kemenkes. Pada tahun 2025 kemenkes berencana mendistribusikan cytotoxic drug safety cabinet untuk kemoterapi ke 514 kabupaten/kota, serta radiotherapy dan linear accelerator (LINAC) ke 34 provinsi.Pada layanan primer, pelayanan paliatif tingkat dasar dilakukan sesuai dengan standar yangditetapkan serta sesuai ketersediaan sumberdaya manusia di Puskesmas ,termasuk kegiatan kunjungan rumah danrujuk balik rumah sakit.

4.      Strategi penguatan registrasi kanker dan penelitian kanker

Registrasi kanker merupakan sebuah proses pengumpulan data kejadian dan karakteristik keganasan yang bersifat berkesinambungan dan sistematis dengan tujuan membantu menilai dan mengendalikan dampak kanker pada masyarakat. Terdapat 3 jenis registrasi kanker antara lain: RegistrasiKankerBerbasisRumah Sakit(HBCR) dengan karakteristik mengumpulkaninformasi dariseluruh kasus kankeryang ditangani dalamsatu/lebih rumahsakit dan berguna untuktujuan administratif dan peninjauanperforma klinis, Registrasi Kanker Berbasis Patologi  dengan karakteristik mengumpulkaninformasi dari satuatau lebihlaboratoriumterhadap kankeryang telah didiagnosis histopatologi dan berguna untuk mendukung pelayanan laboratorium serta memberi gambaran singkat profil kanker, Registrasi Kanker Berbasis Populasi (PBCR) dengan karakteristik mengumpulkaninformasi secarasistematis terhadappelaporan keganasanyang terjadi padasebuah populasiberdasarkan areageografis dan berguna mengurangi beban kanker dikomunitas. Penelitian tentang kanker di Indonesia terus dikembangkan seperti pada tahun 2021 BPOM menyetujui imunoterapi Atezolizumab dengan kombinasi Bevacizumab sebagai imunoterapi pertama yang disetujui untuk pengobatan pasien kanker hati tipe karsinoma sel hati stadium lanjut, pada tahun 2023 terdapat obat Rituxikal sebagai obat kanker limfoma, serta pada tahun 2024 terdapat obat Etapidi dan Brukinsa untuk pengobatan kanker efofagus dan paru.

5.      Strategi kemitraan dengan pemangku kepentingan

Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kanker dilakukan secara berjenjang dari tingkat pusat sampai unit pelayanan kesehatan. Di tingkat pusat di bentuk Kelompok Penanggulangan Kanker Nasional Terpadu (PKNT) dan diikuti dengan pembentukan kelompok kerja (POKJA) pengendalian penyakit kanker di provinsi dan kabupaten/kota. Penanggung jawab di tingkat pusat adalah Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, di tingkat provinsi adalah Dinas Kesehatan Provinsi, dan di tingkat kabupaten/kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Salah satu contoh kemitraan yang dilakukan Kementerian Kesehatan melalui RS Kanker Dharmais sebagai Pusat Kanker Nasional (PKN) bekerjasama dengan Roche Indonesia dan Project Extensive Community Health Outcome(ECHO) menginisiasi kemitraan dalam bentuk proyek percontohan tele-health mentoring yang bertujuan untuk meningkatkan luaran (outcomes) pelayanan kanker di daerah yang jauh dari pusat rujukan.

6.      Strategi tatakelola dan akuntabilitas pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian kanker

Tata kelola dan akuntabilitas merupakan prinsip-prinsip yang penting dalam pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan. Tata kelola yang baik (Good Governance) dan akuntabilitas yang tinggi akan meningkatkan kualitas pencegahan dan pengendalian kanker. Strategi ini memiliki tujuan antara lain: membangun fondasi ekosistem tata kelola pencegahan dan penanggulangan kanker tingkat nasional dan daerah, penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan dan pengelola program, terjamin kebutuhan finansial nasional dan daerah yang memadaisesuai kapasitasdan bekerlanjutan, serta membangun tata kelola dan akuntabilitas yang dapat dipantau dan dievaluasi secara berkesinambungan.

 Selamat hari kanker sedunia, mari kita bersama-sama bersatu untuk melakukan pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia sehingga jumlah kasus kanker semakin sedikit dari tahun ketahun dan kualitas hidup semakin membaik bagi para penderita kanker.

 

Oleh :dr.Fransiscus Buwana, M.Sc

(Puskesmas Nanggulan)

 

Referensi

Anand, P., Kunnumakara, A.B., Sundaram, C. et al. (2008) Cancer is a Preventable Disease that Requires Major Lifestyle Changes. Pharm Res 25, 2097–2116.

Bunga,T; Octavianus,S; Elis, N, dkk. (2019)Pedoman Strategi dan Langkah Aksi Pengembangan Registrasi Berbasis Populasi. Jakarta: Komite Penanggulan Kanker Nasional. 

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. (2023) Buku Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan. (2024) Rencana Kanker Nasional 2024-2034 Strategi Indonesia Dalam Upaya Melawan Kanker. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan. (2023) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/2015/2023 Tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mariotto AB, Enewold L, Zhao JX, Zeruto CA, Yabroff KR. (2020) Medical Care Costs Associated with Cancer Survivorship in the United States. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev ;29(7):1304-12.

Union for International Cancer Control (UICC). The World Cancer Day 2025's campaign. Access 18 January 2025. https://www.uicc.org/news-and-updates/events/world-cancer-day-2025

International Agency for Research on Cancer. Global Cancer Observactory 2022. Access 18 January 2025.https://gco.iarc.who.int/media/globocan/factsheets/populations/900-world-fact-sheet.pdf

World Health Organization. Global Cancer Burden Growing Adidst Mounting Need for Services. Access 18 January 2025. https://www.who.int/news/item/01-02-2024-global-cancer-burden-growing--amidst-mounting-need-for-services

 

Source: dr.Fransiscus Buwana, M.Sc

WhatsApp Chat