HARI TBC SEDUNIA TAHUN 2022 "INVESTASI UNTUK ELIMINASI TBC, SELAMATKAN BANGSA"

Word Tuberculosis Day 2022 menjadi momen yang tepat untuk mengajak keterlibatan multi sektor untuk meningkatkan kampanye dan penyebarluasan informasi terkait TBC serta semua pihak untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan pengendalian TBC.

Hari TBC Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret di setiap tahunnya. Hari TBC Sedunia Tahun 2022 ini mengusung tema "Invest to end TB, Save lives" yang artinya "Investasi untuk menghentikan TB, Menyelamatkan nyawa". Investasi yang dimaksud disini adalah investasi finansial dari pemerintah, sektor swasta, donor dan individu untuk menurunkan dampak ekonomi TBC yang selama ini menjadi tantangan. Selain investasi dari segi Finansial namun juga termasuk upaua, tenaga, waktu dan jiwa raga untuk upaya penanganan TBC.

Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TBC di seluruh dunia. Bahkan, menempati posisi kedua setelah India dengan kasus sebanyak 845.000 dengan kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian/jam. Berdasarkan WHO Global TB Report 2020, salah satu faktor risiko tertinggi penyebab penyakit TBC adalah kurang gizi.

TBC dan stunting merupakan hal yang tidak terpisahkan, sehingga sangat penting untuk dilakukan harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan lintas sektor dalam rangka mensinergikan upaya-upaya yang mendukung proses eliminasi TBC tahun 2030 dan Penurunan Prevalensi Stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Itu mengapa momen ini menjadi penting bagi seluruh masyarakat agar lebih menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit TBC. Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Senin (21/3/2022), Hari Tuberkulosis Sedunia tahun 2022 mengangkat tema 'Invest to End TB. Save Lives.'

Tema ini diambil untuk menyampaikan kebutuhan mendesak dalam menginvestasikan sumber daya demi meningkatkan perjuangan dan mengakhiri tuberkulosis.

Hal ini sangat penting dalam konteks pandemi COVID-19 yang telah membahayakan kemajuan End TB, serta mematikan akses yang adil dalam pencegahan dan perawatan sesuai upaya WHO untuk mencapai Cakupan Kesehatan Universal.

Semakin banyak investasi, semakin bisa juga menyelamatkan jutaan nyawa hingga mempercepat mengakhiri epidemi tuberkulosis.

Sejarah Hari Tuberkulosis Sedunia Penyakit tuberkulosis rupanya sudah ada sejak zaman dulu. Namun, pada saat itu, belum diketahui pasti tentang nama dan penyebab dari penyakit ini. Pada akhirnya, seorang ilmuwan bernama Robert Koch mengumumkan penemuan mycobacterium tuberculosis, yaitu bakteri penyebab penyakit tuberculosis (TBC) pada 24 Maret tahun 1882.

Ditetapkannya hari peringatan penyakit tuberkulosis ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang dampak membahayakan dari penyakit Tuberkulosis. Juga, diharapkan dapat membentuk kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap TBC, sehingga angka penularan dan kematiannyapun bisa menurun.

Setiap hari, lebih dari 4.100 orang meninggal dan hampir 30.000 orang jatuh sakit karena penyakit TBC. Meskipun demikian, penyakit tersebut dapat dicegah dan diobati.

Selain itu, Hari Tuberkulosis Sedunia adalah kesempatan untuk fokus pada orang-orang yang terkena penyakit ini dan menyerukan tindakan untuk mengakhiri penderitaan dan kematian TBC, terutama di tengah krisis COVID-19 yang sedang berlangsung.

Gejala TBC meliputi:

batuk, nafsu makan menghilang, demam dan keringat dingin pada malam hari, batuk berdarah, kurang berenergi, rasa nyeri di dada, dan batuk berdahak dengan waktu yang berlangsung cukup lama yakni sekitar 21 hari. Penyakit TBC ini mudah menyerang apabila sistem kekebalan tubuh sedang menurun. TBC dapat menyerang siapa saja baik anak-anak, remaja ,dewasa bahkan lansia.

Peringatan HTBS 2022 di kabupaten Kulon Progo akan dilakukan pemeriksaan Tuberkulin Test terhadap balita stunting yang ada di kabupaten kulon progo. Pelaksanaan Tuberkulin Test dilakukan oleh puskesmas di wilayah kabupaten kulon progo bekerja sama dengan zero TB Yogyakarta ,dengan jadwal sebagai berikut :

Foto Kegiatan :