Seputar Menstruasi

Seputar Menstruasi

 

       Pada sebagian kelompok remaja, hal ini masih dianggap suatu hal yang tabu untuk dibicarakan. Ih …!!! Jorok kaleee…??!

Sssttt….  Jangan  bilang – bilang….. Malu akh…..!

Kurangnya informasi yang diterima baik dari orang tua, sekolah, dan mungkin lingkungan, mengenai hal-hal yang dapat terjadi sepanjang daur hidupnya khususnya masalah kesehatan reproduksi menjadi pemicu rasa malu itu. Hal ini menuntut perlunya peran seorang tenaga kesehatan untuk aktif dalam membantu mengatasi masalah-masalah tersebut. Namun tidak terbatas hanya pada seorang tenaga kesehatan yang terampil dan kompeten, tapi masyarakat juga sebaiknya tahu adanya beberapa kemungkinan masalah yang dapat terjadi seputar kesehatan reproduksi. Perempuan, sepanjang daur hidupnya akan mengalami masa dimana dia akan memasuki usia akil balig yang ditandai dengan keluarnya darah menstruasi.

Ngintip  dikit ..,

Menstruasi atau haid, pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak atau bahasa gaulnya ber reproduksi.

Sedangkan fungsi siklus menstruasi….

Menghasilkan telur (ovum) yang matang dan menyediakan lapisan dalam rahim untuk penempelan embrio. Jika sel telur dan sperma tidak bertemu maka telur akan mengalami degenerasi atau peluruhan dan dibuang bersama bahan-bahan lain yang keluar dari tubuh wanita melalui saluran vagina.

Kapan  Menstruasi terjadi ?

Mengutip coment beberapa teman sebaya.

“ Aku dulu… aku dulu …, waduh… ! malu bangets kalo’  ingat pas pertama

   kali dapet…, rasanya gimanaaaaaa….gitu … 

Secara umum, menstruasi biasa terjadi pertama kali pada usia 11-16 tahun, menarche namanya. Menstruasi berlangsung kira-kira sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45-50 tahun. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, dan berkisar antara 21 hingga 40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita dengan wanita lainnya, akan berbeda satu sama lain, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi dan nutrisi wanita tersebut. Nah…, kalo yang dapet haid di umur kurang 9 tahun ? Pubertas prekoks  namanya.

Kondisi ini dipicu oleh otak secara spontan atau dikarenakan pengaruh bahan kimia dari luar tubuh dan biasanya  ditandai munculnya tanda-tanda kematangan organ reproduksi lebih awal dan telah berakhirnya masa pertumbuhan. Pubertas yang lebih awal ini bisa merupakan bagian dari variasi perkembangan normal seseorang, namun bisa pula merupakan penyakit atau paparan hormon pertumbuhan yang tidak normal.

Apa saja gejala yang timbul selama menstruasi ...??

Selama menstruasi, sebelum atau sesudahnya, wanita akan mengalami masalah seperti sakit kepala, ketegangan payudara, sakit tulang belakang, kesakitan atau kekejangan pada bagian abdomen atau perut, terkadang disertai adanya tekanan perasaan, mudah marah, keresahan, pokoknya sensiiii..... bangets...!

Rasa tidak nyaman ini terjadi akibat perubahan hormon dalam tubuh wanita, namun hal ini normal dan tidak membahayakan selama gejala tersebut tidak mengganggu maupun mengganggu aktifitas sehari – hari.

Apa saja  gangguan menstruasi ?

1.   Amenorea / tidak ada haid

Ini bukan penyakit tetapi merupakan suatu gejala. Amenorea adalah tidak adanya menstruasi selama 3 bulan atau lebih.

Penyebabnya :

1.Selaput dara yang buntu/ tidak berlubang.

2.Kelainan fungsi dari kelenjar-kelenjar penghasil

   hormon dalam tubuh

3.Kelainan fungsi dari indung telur akibat kelainan

   kongenital, maupun akibat adanya tumor di indung

   telur

4.Penyakit kronis seperti TBC, kurang gizi, kelainan hati

   dan ginjal  serta kelainan metabolik

2.   Hipermenorea / perdarahan  lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari)

   Biasanya disebabkan adanya kelainan dalam rahim,

    misalnya  adanya mioma uteri dari permukaan    

    endometrium yang lebih luas dari biasanya  dan dengan

    kontraktilitas yang terganggu,polip endometrium,

   gangguan pelepasan endometrium pada waktu

   menstruasi dan lain sebagainya.

3.   Dismenorea

     Dismenorea adalah nyeri sewaktu menstruasi. Nyeri ini terasa pada perut bagian bawah dan atau di daerah bujur sangkar Michaelis. Nyeri dapat terasa sebelum, selama dan sesudah menstruasi, dapat bersifat kolik atau terus-menerus. Nyeri diduga karena adanya kontraksi. Pengobatan disesuaikan dengan penyebab rasa nyeri.

4.   Hipomenorea

Hipomenorea adalah perdarahan menstruasi yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasanya. Adanya hipomenorea tidak mengganggu fertilitas.

5.   Polimenorea

Polimenorea yaitu siklus menstruasi lebih pendek dari biasanya (kurang dari 21 hari). Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari biasanya. Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi, atau terjadi pendeknya masa luteal.

6.   Oligomenorea

Oligomenorea adalah siklus menstruasi lebih panjang, lebih dari 35 hari. Pada kebanyakan kasus oligomenorea, kesehatan wanita tidak terganggu dan fertilitas cukup baik. Siklus menstruasi biasanya juga ovulatoar dengan proliferasi lebih banyak dari biasanya.

 

            Sementara ini dulu informasi seputar menstruasi. Yang pasti, semakin kita tahu, semakin kita ingin menyayangi remaja kita, dan pastinya menstruasi bukan menjadi sesuatu yang perlu dicemaskan. Hari – hari haid ….  Kini aku tak cemas lagi. (Sh)