SEMINAR KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) KEAMANAN PANGAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN

SEMINAR KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) KEAMANAN PANGAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN  KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2020

 

 

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya merupakan hak asasi manusia, sehingga harus tersedia dalam jumlah yang cukup, bermutu, aman, bergizi, beragam dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. ”Hak untuk memperoleh pangan yang aman dan bergizi adalah sama tingkatannya dengan hak untuk bebas dari kelaparan” Deklarasi Roma pada pertemuan on World Food Security 2006

Keamanan makanan diartikan sebagai terbebasnya makanan dari zat-zat atau bahan yang dapat membahayakan kesehatan tubuh, merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan fisika yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Gambaran keadaan keamanan pangan secara umum adalah: masih ditemukan beredarnya produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan; masih banyak dijumpai kasus keracunan makanan; masih rendah nya tanggung jawab dan kesadaran produsen serta distributor tentang keamanan pangan.

Data dari Badan POM pada tahun 2016, dugaan pangan penyebab KLB Keracunan Pangan 50% berasal dari masakan rumah tangga, 21 % jajanan atau pangan siap saji, dan % sisanya berasal dari pangan olahan dan jasa boga. Lebih dari 200 penyakit dihantarkan melalui konsumsi pangan yang tidak aman. Diare merupakan penyakit yang paling banyak terjadi. Sekitar 10 juta hingga 22 juta kasus penyakit diare yang disebabkan pangan tercemar diperkirakan terjadi di Indonesia. Perkiraan beban ekonomi yang harus ditanggung untuk menanggulanginya berkisar 4.76-16.75 milyar USD atau setara 64.6 sampai 226.3 triliun rupiah.

Berdasarkan dengan data-data tersebut, maka Dinas kesehatan kab. Kulon Progo menyelenggarakan KIE Keamanan Pangan sebagai upaya untuk menghindarkan masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan, yang tercermin dari meningkatnya pengetahuan dan kesadaran produsen dan konsumen terhadap mutu dan keamanan pangan,  sesuai peraturan perundang-undangan yang ada.

 

  1. TUJUAN
    1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat agar dapat melindungi dirinya dari makanan yang tidak memenuhi ketentuan
    2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya keamanan

 

  1. PESERTA

Berjumlah 200 orang, dilaksanakan selama 2 hari  dibagi untuk 4 shift  pertemuan, terdiri dari:

  1. Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kapanewon, Kelurahan/Kalurahan (100 orang)
  2. Saka Bhakti Husada ( 50 orang)
  3. Pengusaha makanan minuman (pangan siap saji dan pangan kemasan) ( 50 orang)

 

  1. METODE

Ceramah, Tanya jawab

 

  1. WAKTU PELAKSANAAN

KIE dilaksanakan selama 2 hari, dari jam 08.00 s/d jam 16.00 terbagi 2 Shift pagi dan siang,  direncanakan pada  Hari  Senin dan Selasa Tanggal 26 dan 27  Oktober 2020

  1. Senin Tanggal 26 Oktober 2020 : Peserta TP PKK Kab, Kapanewon, Kelurahan, Kalurahan se Kulon Progo
  2. Selasa Tanggal 27 Oktober 2020: Peserta pengusaha IRTP/ Pengolah makanan (Pagi) Peserta  Pinsaka/ anggota SBH cabang dan ranting (siang)