3M Untuk Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19

Oleh: Natalia Sri Karuniawati, SKM

PKM Muda Dinas Kesehatan Kulon Progo

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2). SARS-Cov-2 merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Tanda dan gejala umum infeksi Covid-19 antara lain gejala gangguan pernafasan akut seperti demam, batuk dan sesak nafas. Masa inkubasi rata rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus Covid-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernafasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Sejak kasus pertama diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020, penyebaran penularan Covid-19 terjadi dengan cepat di Indonesia. Hal ini memerlukan strategi penanganan sesuai dengan transmisi yang terjadi baik di tingkat nasional maupun provinsi, dengan tujuan:

  1. Memperlambat dan menghentikan laju transmisi/penularan dan menunda penyebaran penularan.
  2. Menyediakan pelayanan kesehatan yang optimal untuk pasien, terutama kasus kritis.
  3. Meminimalkan dampak dari pandemi Covid-19, terhadap sistem kesehatan, pelayanan sosial, kegiatan di bidang ekonomi, dan kegiatan sector lainnya.

Setiap provinsi dan kabupaten/kota perlu melakukan identifikasi kasus baru, mengelola, dan memberikan intervensi pada kasus-kasus baru Covid-19, serta upaya pencegahan penularan kasus baru dalam adaptasi kebiasaan baru dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat dalam setiap aktifitas masyarakat. Setiap daerah juga harus menyiapkan dan merespon berbagai skenario kesehatan masyarakat.

Berdasarkan panduan WHO, terdapat 4 skenario transmisi pada pandemi Covid-19 yaitu:

  1. Wilayah yang belum ada kasus (no cases)
  2. Wilayah dengan satu atau lebih kasus, baik kasus import ataupun lokal, bersifat sporadis dan belum terbentuk klaster (sporadic cases)
  3. Wilayah yang memiliki kasus klaster dalam waktu, waktu lokasi geografis, maupun paparan umum (cluster of cases)
  4. Wilayah yang memiliki transmisi komunitas (community transmission)

Di Kabupaten Kulon Progo saat ini terdapat lebih dari satu klaster penularan Covid-19 yang terjadi. Penularan dalam klaster tersebut terjadi dalam satu keluarga, dalam satu kelompok masyarakat, atau satu kelompok kegiatan kemasyarakatan. Untuk itu masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru. Mengingat cara penularannya berdasarkan droplet infection dari individu ke individu, maka penularan dapat terjadi baik di rumah, perjalanan, tempat kerja, tempat ibadah, tempat wisata maupun tempat lain dimana terdapat orang berinteraksi sosial. Yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi risiko penularan antara lain dengan:

  1. Sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
  2. Tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin menggunakan siku terlipat atau tisu.
  3. Menggunakan masker.
  4. Tidak menyentuh wajah, mata, hidung dan mulut.
  5. Menjaga jarak fisik, tidak keluar rumah, tidak berkumpul. Belajar, bekerja dan beribadah di rumah. Ikuti anjuran pemerintah.

Upaya meningkatkan daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti konsumsi gizi seimbang, aktifitas fisik minimal 30 menit sehari, istirahat yang cukup termasuk pemanfaatan kesehatan tradisional dengan melaksanakan asuhan mandiri kesehatan tradisional melalui pemanfaatan Taman Obat keluarga (TOGA) dan akupresure.

Dalam pidatonya, Presiden RI menyampaikan himbauan dan penegasan tentang pentingnya 3 M untuk pencegahan penularan Covid-19, yaitu dengan Memakai Masker, Menjaga Jarak Menghindari Kerumunan dan Mencuci Tangan dengan Sabun.   

Meski demikian, dapat kita lihat bersama bahwa menjaga jarak dan menghindari kerumunan adalah hal yang masih sulit dilakukan. Saat ini kondisi pasar, jalan, pusat hiburan, restoran maupun tempat wisata masih cukup padat. Masih ada beberapa pengunjung yang tidak penerapan protokol kesehatan tersebut, oleh karena itu diperlukan upaya kolektif dalam menegakkan 3 M di masyarakat sebagai upaya bersama dalam memutus rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo.