PEMANFAATAN TOGA MASA PANDEMI COVID-19 DI KECAMATAN WATES

 

PEMANFAATAN TOGA MASA PANDEMI COVID-19

DI KECAMATAN WATES

 

Oleh : SUPARJONO, SKM

Promotor Kesehatan Masyarakat Puskesmas Wates

 

 

Salah satu peran Promosi Kesehatan dalam penanggulangan Covid-19 adalah memobilisasi potensi/sumber daya masyarakat untuk mengoptimalkan kegiatan Promkes dan pemberdayaan keluarga dalam pencegahan Covid-19. Puskesmas dapat menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional dalam pengendalian COVID-19. Upaya yang dapat dilakukan diantaranya asuhan mandiri kesehatan tradisional melalui pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) dan akupresur, yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta mengatasi beberapa gangguan kesehatan ringan seperti meningkatkan nafsu makan, mengatasi susah tidur, mengatasi stres, dan mengurangi keinginan merokok.

Puskesmas Wates telah melakukan pengembangan asuhan mandiri (ASMAN) TOGA dan akupresur sebagai kelanjutan cikal bakal pembentukan dan pembinaan kelompok yang menyasar Kalurahan Bendungan, Kalurahan Sogan dan Kelurahan Wates pada Tahun 2019. Ketiga Kelurahan/Kalurahan ini mengembangkan ASMAN TOGA pada kelompok KWT di Dusun Sanggrahan Kidul, Dusun Klopo Sepuluh dan RW Dipan Wates.

Dengan adanya Pandemi Covid-19 ini Kelompok Asman TOGA khususnya di RW Dipan dengan Nama Kelommpok ASMAN TOGA “LESTARI” telah dapat memanfaatkan hasilnya untuk dijual pada pembeli berupa Jahe Merah sebagai bahan utama ramuan dengan permintaan yang cukup banyak. Bahan empon-empon dapat dimanfaatkan untuk menambah daya tahan tubuh situasi pandemi saat ini. Keadaan tersebut merupakan peluang bagi asman toga untuk memasarkan hasil tanamannya.

Menurut ketua kelompok Aman Toga “LESTARI” Dipan Wates, Ibu Sri Sumiyati, menuturkan bahwa pada situasi pandemi Covid 19 warga masyarakat banyak  yang mencari jahe merah untuk dimanfaatkan sebagai bahan ramuan menjaga ketahanan tubuh. Bahan ramua yang dibutuhkan tambah bu Sri Sumiyati adalah Jahe Merah, Jeruk Nipis dan Serai. Dengan adanya pemanfaatan empon-empon oleh warga masyarakat maka menambah semangat untuk terus mengembangkan asman toga di kelompoknya. Sebelum dijual bahan-bahan tersebut diolah terlebih dahulu oleh anggota kelompok dengan pengeringan agar lebih lama untuk disimpan dan bisa digunakan sewaktu-waktu.