Nutrisi untuk Imunitas (Bagian I)

Badan yang selalu sehat memerlukan makanan yang sehat pula sebagai syarat utamanya, selain aktifitas fisik yang cukup, dan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Makanan yang sehat adalah yang seimbang, yang meliputi sumber karbohidrat dari makanan pokok seperti beras, singkong, ubi, jagung, roti dan lainnya, sumber protein hewani dan protein nabati, sayuran dan buah-buahan. Semua itu diperlukan tubuh karena di dalam makanan tersebut terkandung zat gizi antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Semua zat gizi itu sama pentingnya di dalam tubuh, tentu saja dengan jumlah yang tidak berlebihan. Zat zat gizi tersebut saling melengkapi satu dengan yang lainnya untuk memelihara fungsi dari semua organ tubuh dapat bekerja dan bertahan dengan baik. Bagi anak yang masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan, zat gizi juga diperlukan untuk pertumbuhan. Sedangkan dalam kaitannya bertahan atau perlawanan terhadap penyakit, gizi yang optimal juga diperlukan untuk membangun imunitas tubuh berjalan dengan baik. Beberapa zat gizi yang berperan penting dalam meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E dan Zinc.

Vitamin A berfungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat. Vitamin ini mampu melindungi organ-organ seperti mata, paru-paru, usus dari serangan bakteri dan infeksi.  Vitamin A juga terlibat dalam produksi dan fungsi sel darah putih yang membantu menangkap bakteri dan patogen di dalam darah. Kekurangan vitamin A dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap infeksi. Makanan yang banyak vitamin A adalah minyak ikan, hati sapi, hati ayam, wortel dan sayur-syuran.

Vitamin E adalah salah satu nutrisi yang penting dalam mengawal sistem pertahanan antioksidan. Vitamin E mengawalnya dengan cara melindungi dari peroksidasi lipid. Vitamin ini dibutuhkan untuk membuat fungsi kekebalan tubuh berfungsi dengan normal. Vitamin E bersama dengan zat esensial lainnya berfungsi meningkatkan sel-sel darah putih, serta membantu menangkap radikal bebas yang menyebabkan hancurnya sel-sel kekebalan tubuh.  Makanan yang banyak mengandung vitamin E adalah minyak bunga matahari, kuaci bunga matahari, kacang almond, minyak jagung.

Vitamin C tetap penting bagi kesehatan kita. Menurut sebuah laporan pada tahun 2017 dalam jurnal Nutrients, vitamin C berperan penting dalam tubuh manusia dan mendukung fungsi kekebalan tubuh normal.  Vitamin C juga bertindak sebagai antioksidan, yang menetralkan radikal bebas yang dihasilkan oleh metabolisme normal tubuh dan oleh paparan dari lingkungan, termasuk radiasi ultraviolet dan polusi udara. Radikal bebas adalah partikel bermuatan yang dapat merusak sel, jaringan dan bahan genetik, jika dibiarkan, hal ini dapat memicu peradangan berbahaya. Selain menghentikan radikal bebas, vitamin C juga membantu mengaktifkan beberapa enzim kunci dalam tubuh, yang selanjutnya mensintesis hormon dan menyusun kolagen. Hormon-hormon ini membantu mengendalikan respons sistem kardiovaskular terhadap infeksi berat, sementara itu, kolagen membentengi kulit dari cedera. Vitamin C juga dapat meningkatkan membran lemak di kulit dan jaringan ikat, sehingga melindungi organ-organ seperti paru-paru dari patogen. Ketika terjadi infeksi, vitamin C membantu mengarahkan sel-sel kekebalan yang disebut neutrofil ke tempat infeksi dan membela sel-sel ini dari radikal bebas. Makanan yang tinggi vitamin c adalah daun kelor, jambu biji, brokoli, papaya, jeruk, lemon.

Mineral  Zinc (Zn) merupakan mikronutrien penting yang memainkan peran yang besar dalam banyak fungsi fisiologis tubuh. Salah satu fungsi utama Zinc adalah perannya dalam sistem kekebalan tubuh. Zinc sangat diperlukan oleh tubuh untuk perkembangan dan fungsi sel-sel kekebalan bawaan maupun adaptif. Beberapa jurnal menyebutkan, kekurangan Zinc pada tubuh akan mengakibatkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh, seperti infeksi dan peradangan berlebihan, alergi, penyakit autoimun, hingga kanker. Zinc sangat berperan dalam mendukung bertumbuhnya dan berfungsinya sel-sel imun secara normal. Kekurangan Zinc dalam tubuh bahkan dalam jumlah kekurangan yang sedikit dapat memperlambat aktivitas limfosit, neutrofil, dan makrofag yang bertugas untuk melindungi tubuh dari bakteri dan virus. Kekurangan Zinc pada anak-anak sering terjadi terutama pada negara dengan pendapatan rendah-sedang, yang berdampak pada terhambatnya pertumbuhan tubuh, diare, pneumonia, hingga malaria. Sedangkan lansia yang kekurangan Zinc karena berkurangnya nafsu makan akan berisiko mengalami infeksi seperti pneumonia dan bisul pada kulit. Makanan yang banyak mengandung zinc adalah hati sapi, hati ayam, kacang merah.