Manfaat Buku KIA (bagian 1)

oleh Dyah Setyaningrum

Tahukah Ayah dan Bunda, buku berwarna merah muda yang diberikan sejak ibu hamil?

Setiap ibu hamil diberikan gratis 1 Buku KIA. Jika ibu melahirkan kembar, maka ibu diberikan  tambahan .Buku KIA tersedia di Puskesmas, Poskesdes, bidan praktik, rumah bersalin dan rumah sakit.

 

Buku Kesehatan Ibu dan anak (Buku KIA) berisi informasi kesehatan untuk ibu , sejak masa hamil, saat melahirkan , masa nifas dan berlanjut untuk mencatat kesehatan bayi baru lahir sampai anak berusia 6 tahun.

 

Buku KIA harus dibaca dan dimengerti oleh ayah, bunda dan anggota keluarga yang lain. Jika ada hal yang kurang dimengerti, jangan malu bertanya kepada petugas kesehatan atau kader.

 

Buku KIA harus selalu dibawa saat periksa ibu hamil, ibu melahirkan, pada saat ibu / anak berkunjung di Posyandu, Puskesmas, Rumah sakit, praktik bidan, praktik dokter atau dokter spesialis.

 

Buku KIA jangan sampai rusak atau hilang, karena beisi informasi dan catatan penting kesehatan ibu dan anak. Ingatkan Bidan / Dokter  anda, apabila hasil pemeriksaanya belum dicatat dalam Buku KIA.

 

Tenaga Kesehatan dan kader harus menjelaskan isi buku KIA kepada ibu dan keluarga dan meminta untuk menerapkannya.

 

Pada saat kelas ibu hamil,Buku KIA merupakan sarana bertukar informasi seputar kehamilan dan persiapan akan melahirkan dan menyusui. Maka ibu hamil dijadwalkan untuk hadir paling sedikit 4 kali  , dan sebaiknya 1 kali pertemuan dihadiri bersama suami  atau keluarga.

 

Pada saat kelas ibu balita, Buku KIA merupakan sumber informasi seputar imunisasi bayi, pemberian ASI, pengenalan MP ASI dan pemberian makan untuk bayi, pertumbuhan dan perkembangan anak dan perawatan anak sakit di rumah.

 

Bunda, jangan lupan tanyakan kepada petugas kesehatan jadwal pelaksanaan kelas ibu ya.

 

Sumber : Buku KIA Kemenkes 1997