AGAR APRESIASI TAMPAK TULUS

Bagaimana caranya memberi apresiasi yang tulus pada orang sehingga dia kemudian merasa dihargai lalu mau mendengarkankita?”, tanya seorang partisipan dalam sebuah sesi pelatihan.  

Jawaban sederhananya, tulus itu urusan hati.

Tapi itu terlalu menyederhanakan untuk kerja komunikasiperubahan perilaku. Kita butuh teknik pendukung agar ketulusanbukan hanya tersimpan dalam hati tapi terlihat dari luar juga.

Kita bisa mulai dari saran Arlene Dickinson, _authenticity_ ataubersikap otentik itu penting.

Asli? Iya, betul, keaslian Anda sebagai komunikator. Dan caranya adalah _be yourself_.

Kalau Anda sehari-hari ngomong kenceng meledak-ledak penuhkegembiraan, ya berkomunikasilah seperti itu. Kalau Anda ngomongnya pelan, hati-hati dan suka tersendat, ya apa adanyasaja.

Mentang-mentang ingin mempersuasi orang, jangan lantasmengubah gaya seperti Mario Teguh.

Apa hubungannya dengan _authenticity_?

Ini persoalan konsistensi, salah satu hukum penting persuasi.

Saat berpura-pura, ada kemungkinan Anda lepas kendali, lupa, dan terintiplah siapa diri Anda sesungguhnya. Jangan salah, orang bisa menangkap detail-detail perbedaan antara asli dan kw.

Melihat inkonsistensi, orang curiga ada udang di balik batu. Agenda terselubung. Maksud tersembunyi. Kalau sudah begitu, orang akan menolak. Kalau apresiasi terbaca sebagai persuasi, buyar sudah.

Meski sering latihan, kata Dickinson, _if you try to fake it until you make it, you may shoot yourself in the foot._

Singkat kata, bersikap otentik membantu Anda berperilakukonsisten.

Berikutnya, agar konsistensi, jangan _ujug-ujug_ apreasiasi(menunjukkan kelebihan orang). Kembangkan atau indikasikandari awal.

Orang tua?: Saya sudah _googling. Anak tak perlu divaksinCOVID-19, Bu Kader.

Bu Kader ?: Oh, Bu Tira sudah mempelajari banyak artikel? (ini bagian yang akan diapresiasi)

Orang tua?: Iya, Bu Kader. Lebih dari 20 artikel saya baca.

Ketika nanti Bu Kader menyampaikan apresiasi terkait upayakeras Bu Tira mencari banyak informasi, konsistensinya terlihat.

Singkat kata (lagi), apresiasi perlu disampaikan tulus. Sepenuhhati dan tunjukkan konsistensi.

 

Penulis : Risang Rimbatmaja , UNICEF

Review by : Fivi