“NGLARAS RASA KANGGO SARAS JIWA” SARASEHAN TPKJM SE-KABUPATEN KULON PROGO

Tingginya angka kasus kesehatan jiwa di DIY, mendorong pemerintah daerah melakukan percepatan penanganan masalah kesehatan jiwa dengan menjadikan isu ini sebagai salah satu isu prioritas daerah. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, DIY berada pada posisi ke dua se Indonesia setelah provinsi Bali sebagai provinsi dengan kasus kesehatan jiwa tertinggi. Prevalensi gangguan jiwa berat pada penduduk Indonesia 7 permil (7 kasus setiap 1.000 penduduk). Prevalensi gangguan jiwa berat tertinggi adalah DIY sebesar 10,36 permil dan di Kabupaten Kulon Progo 19,36 permil (paling tinggi di DIY). Prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk Indonesia 9,8%. Prevalensi gangguan mental emosional di DIY sebesar 10,07% dan di Kabupaten Kulon Progo sebesar 12,1%. 

Saat ini Kabupaten Kulon Progo telah memiliki Peraturan Bupati No 85 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Kesehatan Jiwa tahun 2021 – 2025. Salah satu strategi yang dituangkan dalam RAD ini yaitu Kesehatan jiwa berbasis masyarakat dan rehabilitasi sosial dimana ini merupakan suatu pendekatan pelayanan dan strategi penangangan kesehatan jiwa, dimana seluruh potensi yang ada di masyarakat dan pemangku kepentingan dilibatkan secara aktif. Merespon situasi tersebut Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat ( TPKJM ) Kabupaten Kulon Progo mengadakan Sarasehan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat ( TPKJM ) Se Kabupaten Kulon Progo “ Nglaras Rasa Kanggo  Saras Jiwa” sebagai upaya peningkatan dan penguatan komitmen stakeholder di berbagi tingkatan untuk kesehatan jiwa.

Sarasehan ini dilaksanakan pada tanggal 29 April 2024 di kelurahan kaligintung dengan narasumber dari kalurahan temon wetan kapanewon temon, kalurahan kebonharjo kapanewon samigaluh dan Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP). Sarasehan ini dihadiri oleh Ketua TPKJM Kabupaten Kabag Kesra, Dinas Sosial, Panewu sekabupaten Kulon Progo, 12 Lurah sekapanewon temon, Perwakilan Kepala Puskesmas se kabupaten kulon progo, kader kesehatan dan ODDP. Dalam kesempatan ini juga diadakan penampilan hasil karya berupa makanan ringan, telur asin, ecobrick, lilin dari minyak jelantah dan hasil pertanian para ODDP.