SOSIALISASI SERTIFIKAT LAIK SEHAT PADA TEMPAT FASILITAS UMUM

Bentuk wujud pelaksanaan PMK 14 Tahun 2021 tentang Standar Penunjang Kegiatan Usaha Kesehatan Lingkungan untuk jenis usaha Non-KBLI, diantaranya Standar Sertifikat Laik Sehat (SLS). Standar SLS dibagi menjadi 4 (empat) kelompok, yaitu:

  1. SLS Akomodasi, untuk hotel bintang, apartemen hotel service, hotel melati, villa, pondok wisata, bumi perkemahan, karavan, jasa akomodasi lainnya
  2. SLS Tempat Hiburan, untuk klab malam/diskotek yang menyediakan makanan/minuman, klub malam, karoke, diskotek
  3. SLS Tempat Rekreasi, untuk aktivitas taman bertema atau taman rekreasi lain, taman rekreasi, usaha arena permainan, kawasan pariwisata, aktivitas SPA
  4. SLS Tempat Olahraga, untuk fasilitas gelanggang/arena, fasilitas lapangan, permandian alam

Tentunya dalam penerapan Permenkes No. 14 Tahun 2021 tersebut akan melibatkan banyak pihak, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota hingga Puskesmas. Oleh karena itu pada hari ini kita berkumpul untuk secara bersama-sama mempelajari dan memahami peran, tugas dan fungsi kita dalam Standarisasi Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Usaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan demikian sambutan Slamet Riyanto, SKM PLH Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dalam pembukaan sosialisasi Sertifikat laik sehat bagi Pelaku Usaha Penginapan di kulon Progo

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Rumah Makan Joglo TP Karangsari Pengasih pada hari Kamis – Jumat tanggal 25 – 26 April 2024,  dengan jumlah peserta 25 orang terdiri dari pengelola Hotel bintang, hotel non bintang dan Villa yang ada di Kulon Progo

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi tentang sanitasi kepada pengelola TFU dan mendorong pengelola TFU untuk berusaha mendapatkan Sertifikat Laik Sehat

Narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut

  1. Lucky Aris Suryono dari kementrian kesehatan Republik Indonesia tentang Kebijakan Pemerintah tentang Pengawasan Tempat Fasilitas Umum
  2. Sari Wulandari dari Dinas Pariwisata Kulon Progo tentang pengembangan pariwisata sehat sektor penginapan
  3. Primastika S dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kulon Progo tentang komitmen PHRI untuk percepatan SLS
  4. Hayunindra Bayu T dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kulon Progo tentang Perijinan melalui Aplikasi OSS
  5. dr Tari Astuti dari Laboratorium Kesehatan Kulon Progo tentang jenis pemeriksaan di laboratorium Kesehatan dan jenis pemeriksaan kelengkapan SLS termasuk tarif sesuai Perda No 6 tahun 2023 tentang pajak dan retribusi daerah

Diskusi rencana tindaklanjut dengan moderator oleh Bangun Nugroho Wibowo Dinas Kesehatan Kulon Progo menyepakati dan komitmen pengelola berusaha mendapatkan SLS dan OPD yang berwenang sepakat dan siap memberikan pendampingan secara instensif kepada pelaku usaha untuk proses mendapatkan sertifikat laik sehat di Kulon Progo, termasuk memberikan informasi tarip pemeriksaan laboratorium kesehatan melalui layanan informasi di DPMTSP. (ot6)