Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Apr 2019 »
M S S R K J S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11

   Statistik Situs       

Visitors :2317677 Org
Hits : 4951137 hits
Month : 4324 Users
Today : 429 Users
Online : 8 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   PROFIL KESEHATAN       

   ADDME-SEO       

Review District Health Account (DHA) Kabupaten Kulon Progo

Kamis, 21 Maret 2019 09:53:59 - oleh : Dewi Ratna

Review District Health Account (DHA) Kabupaten Kulon Progo

 

Dalam rangka penyempurnaan penyusunan National Health Account (NHA), Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Review District Health Account (DHA) di Hotel Santika Yogyakarta.  Kulon Progo merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota dengan penguatan DHA melalui dukungan dana dari USAID. Review dilaksanakan pada tanggal 14-15 Maret 2019 dengan nara sumber dari Tim NHA Kementerian Kesehatan dan Konsultan Ahli Universitas Indonesia.

DHA merupakan suatu mekanisme perhitungan pembiayaan kesehatan yang digunakan untuk menggali informasi terkait sumber, pengelolaan, dan pemanfaatan pembiayaan kesehatan. Perhitungan pembiayaan kesehatan ini membantu pengambil keputusan dalam menjawab beberapa pertanyaan pokok terkait isu kecukupan, pemerataan, efisiensi, efektifitas, dan keberlanjutan yang dapat digunakan sebagai dasar kebijakan alokasi sumber daya kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, dr. Ananta Kogam Dwi Korawan, M.Kes., menyampaikan sambutan antara lain bahwa alokasi anggaran untuk kesehatan di Kabupaten Kulon Progo sudah lebih dari 10% sebagaimana amanat Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009. Kabupaten Kulon Progo telah mengalokasikan 11% untuk kesehatan diluar gaji. Ananta Kogam juga menyampaikan bahwa pembiayaan kesehatan diarahkan untuk perbaikan kualitas dan kuantitas pembangunan kesehatan sehingga mempunyai daya ungkit terhadap indikator kesehatan. Juga disampaikan meningkatnya HIV/AIDS, penyalahgunaan NAPZA dan tingginya kecelakaan terkait pembangunan bandara dimana Kulon Progo juga merupakan daerah tujuan wisata, adanya telemedicine sebagai perkembangan teknologi kesehatan dan tercapainya Universal Healt Coverage (UHC) baik dalam hal cakupan kepesertaan maupun akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan pada Tahun 2019.

Acara dilanjutkan paparan materi kebijakan pembangunan kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Dalam paparan tersebut Plh. Kepala Dinas menyampaikan visi-misi dan indikator kinerja utama bidang kesehatan termasuk indikator kinerja OPD dan kinerja program. Angka Kematian Ibu (AKI) diharapkan dapat mencapai 54,55 per 100.000 KH dan Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 7,50 per 1.000 KH pada akhir RPJMD Tahun 2022. Juga disampaikan target kinerja OPD terkait Indeks Kesehatan Keluarga (IKS) dan mutu pelayanan kesehatan melalui akreditasi. Tim NHA Universitas Indonesia menyambut baik paparan Kepala Dinas. Pembiayaan kesehatan seyogyanya mempercepat capaian indikator kinerja kesehatan. Kegiatan dapat dilaksanakan dengan efektif-efisien berdasar anggaran yang telah ditetapkan. Apresiasi Tim NHA atas pendataan PIS-PK di Kabupaten Kulon Progo dengan capaian Keluarga Sehat sebesar 27%. Kulon Progo juga merupakan tempat pembelajaran untuk dapat direplikasi di kabupaten/kota lain terkait kemampuan mempersuasi klinik dan rumah sakit swasta untuk duduk bersama dalam penyusunan DHA.

Acara berikutnya paparan DHA Kabupaten Kulon Progo Tahun 2017 dan penyampaian hasil reviu oleh Tim NHA Universitas Indonesia. Hasil reviu berupa masukan atas pelaksanaan DHA Kulon Progo antara lain terkait sumber dan pengelola pembiayaan, disagregasi gaji Dinas Kesehatan dan Puskesmas, disagregrasi rumah sakit, belanja obat, dan persamaan persepsi klasifikasi fungsi.

Pertemuan hari kedua diisi dengan paparan dari Kementerian Kesehatan terkait Penguatan Kelembagaan dan Pemanfaatan Health Account untuk advokasi pembiayaan kesehatan. Peserta melibatkan lintas sektor meliputi Dinkes DI Yogyakarta, RSUD, BPJS Kesehatan, BAPPEDA, BKAD, BPS, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Badan Pemberdayaan Masyarakat-Keluarga Berencana, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta dari Bagian Kesra. Peserta sangat aktif melalui diskusi menarik terkait dengan anggaran lintas sektor dalam mendukung program kesehatan dan penajaman penyusunan Health Account di Kabupaten Kulon Progo.

 

Kirim | Versi Cetak


"Berita" Lainnya

   Sistem Informasi       

   Persuratan       

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS