Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Oct 2018 »
M S S R K J S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10

   Statistik Situs       

Visitors :2057181 Org
Hits : 4560829 hits
Month : 4839 Users
Today : 234 Users
Online : 3 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

Tiga Ribu Rupiah untuk Sehat dan Berprestasi

Sabtu, 19 Mei 2018 10:48:06 - oleh : Nurul

Ketika punya uang sejumlah tiga ribu rupiah kira kira bisa untuk apa saja menurut Kamu? Uang tiga ribu itu bisa bayar parkir mobil atau untuk bayar pipis ke kamar mandi di POM bensin, beli permen dapet 6 bungkus, bisa juga tuh dikasihkan untuk pengamen mungkin itu. Tapi siapa sangka dengan hanya menyisihkan tiga ribu rupiah saja dapat meningkatkan prestasi dan kesehatannya di masa depannya beserta keturunannya. Wauw!!! Nih dengerin dulu ceritanya...tolong baca artikel ini sampai selesai ya!!


Kamu pasti tahu tuntutan prestasi sekolah saat ini semakin tinggi ditambah seabrek kegiatan lainnya seperti kegiatan ekstra, tugas harian, nah! semua itu menuntut stamina kita untuk tetap sehat. Dengan tubuh yang sehat selain semua kegiatan dapat kita ikuti, ternyata kesehatan juga dapat meningkatkan prestasi kita.

Tanda tanda anemia

Apakah kamu terutama yang putri sering mengalami mudah capek, ngantukan, pucat, lesu, mudah pusing, sering pingsan ketika mengikuti upacara di bawah terik matahari, susah konsentrasi belajar? nah tanda tersebut diatas adalah tanda tanda anemia.


Apa itu anemia?
Anemia atau kurang darah adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Batasan kadar Hb normal remaja putrid adalah 12 mg persen, sedangkan remaja putra 13 mg persen. Nah, jika kadar Hb kamu dibawah batasan normal, maka kamu menderita anemia.

Jenis jenis anemia

• Anemia disebabkan karena defisiensi zat besi.
• Anemia kekurangan vitamin B12 dan asam folat
• Anemia aplastik yaitu anemia yang berhubungan dengan penyakit sumsum tulang.
• Anemia hemolitik.
• Anemia sel sabit.
• Anemia karena penyakit talasemia.

Anemia kekurangan zat besi
Dari semua jenis anemia, yang paling banyak terjadi adalah karena kekurangan zat besi/Fe. Hal ini terjadi karena jumlah Fe yang ada dalam makanan kita lebih sedikit daripada yang kita butuhkan.


Bagi kamu yang suka pelajaran IPA atau Biologi simak ya metabolism zat besi di dalam tubuh. Metabolisme zat besi dalam tubuh terdiri dari proses penyerapan, pengangkutan, pemanfaatan, penyimpanan, dan pengeluaran. Zat besi dari makanan diserap ke usus halus, kemudian masuk ke dalam plasma darah. Selain itu, ada sejumlah zat besi yang keluar dari atubuh bersama tinja. Didalam plasma berlangsung proses turn over, yaitu sel-sel darah yang lama diganti dengan sel-sel darah baru. Jumlah zat besi yang mengalami turn over setiap harinya kira-kira 35 mg, berasal dari makanan, hemoglobin, dan sel-sel darah merah yang sudah tua yang diproses oleh tubuh agar dapat digunakan lagi. Zat besi dari plasma sebagian harus dikirim ke sumsum tulang untuk pembentukan hemoglobin dan sebagian lagi diedarkan ke seluruh jaringan. Cadangan besi disimpan dalam bentuk ferritin dan hemosiderin didalam hati atau limpa. Pengeluaran besi dari jaringan melalui kulit, saluran pencernaan, atau urine, berjumlah 1 mg setiap harinya. Zat besi yang keluar melalui cara ini disebut kehilangan besi basal (iron basal losses). Sedangkan pengeluaran besi melalui hilangnya hemoglobin yang disebabkan menstruasi sebanyak 28 mg/periode.


Wanita lebih beresiko kekurangan zat besi
Wanita memiliki kadar hemoglobin dan hematokrit lebih rendah ketimbang pria. Pada pria sehat, kadar hemoglobin normal adalah sekitar 14-18 g/dL dan hematokritnya 38,5 sampai 50 persen. Nah, pada perempuan sehat, kadar normal hemoglobinnya bisa sekitar 12-16 g/dL dan hematokrit sebesar 34,9 sampai 44,5 persen. Perbedaan inilah yang membuat wanita lebih rentan mengalami anemia daripada laki-laki.


Remaja perempuan yang sedang dalam masa puber pun butuh lebih banyak asupan zat besi daripada anak laki-laki puber. Jika tidak tercukupi, kondisi-kondisi ini membuat wanita berisiko mengalam kekurangan zat besi yang dapat berkembang menjadi anemia. Jika kamu menderita anemia, tubuh kamu tidak mendapatkan darah yang kaya oksigen untuk memelihara seluruh fungsinya. Inilah yang membuat cepat capek dan susah untuk konsentrasi, kalau berlangsung terus lama lama akan mengganggu nilaimu di sekolah.


Tuntutan untuk memenuhi zat besi pada wanita semakin lama akan semakin meningkat karena selain menstruasi, wanita juga nantinya akan menjadi seorang ibu yang hamil dan melahirkan dan mengalami nifas, disini akan membutuhkan banyak zat besi untuk pertumbuhan janin dan mengganti kehilangan darah selama melahirkan dan nifas. Semakin awal seorang wanita mempersiapkan dengan mencegah anemia selama remaja maka akan semakin baik.


Mencegah anemia dengan tiga ribu rupiah
Mencegah itu lebih mudah dan lebih murah daripada megobati. Bagi kamu semua remaja putrid sangat dianjutkan untuk mencegah terjadinya anemia. Caranya adalah dengan minum Tablet Tambah Darah/TTD setiap minggu sekali. Jika kamu tidak memperoleh TTD di sekolah, kamu dapat membelinya dengan sangat murah, sangat murah jika dibandingkan dengan uang jajanmu. Uang tiga ribu rupiah dapat digunakan untuk membeli TTD merek tertentu sebanyak 12 tablet/kapsul yang bisa kamu gunakan untuk selama tiga bulan, nah..murah kan, cobalah bandingkan dengan uang jajan kamu per hari berapa? padahal manfaatnya begitu besar. Lebih beruntung lagi nih bagi kamu yang di sekolahnya ada program suplementasi TTD hasil kerjasama sekolah kamu dengan puskesmas terdekat, karena biasanya kamu akan dapet TTD gratis.


Hubungan Anmia, Suplementasi TTD dan Prestasi
Apakah setelah minum TTD ada peningkatan prestasi? Simak ni hasil penelitian yang menghubungkan antara anemia, suplementasi TTD hubungannya dengan prestasi.

Anemia pada anak sekolah mengakibatkan gangguan pada proses belajar, baik karena menurunnya daya ingat ataupun berkurangnya kemampuan berkonsentrasi (Jalal, 1998). Anak yang menderita anemia digambarkan sebagai apatis, mudah tersinggung dan kurang memperhatikan sekelilingnya. Kurang zat besi mempunyai hubungan dengan enzim aldehid-oksidase di dalam otak yang mengakibatkan menurunnya kemampuan memperhatikan sesuatu. Anemia juga menyebabkan daya ingat dan daya konsentrasi menjadi rendah (Ristrini, 1991).

Penelitian yang dilakukan Ama (1987) ternyata anemia mempengaruhi daya konsentrasi, daya persepsi dan perhatian anak sekolah dasar. Seseorang yang menderita anemia defisiensi Fe, maka jumlah hemoglobin dalam darahnya lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak anemia. Hemoglobin merupakan protein utama dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan perifer dan mengangkut karbon dioksida dari jaringan perifer ke paru-paru. Seseorang yang mempunyai kadar Hb di dalam darah lebih rendah dari nilai normal, menyebabkan gangguan pada proses belajar, baik karena menurunnya daya ingat ataupun berkurangnya kemampuan berkonsentrasi. Untuk bisa mempertahankan daya ingat maupun kemampuan berkonsentrasi diperlukan energi yang tersedia dalam tubuh. Energi tersebut diperoleh dari makanan yang masuk ke dalam tubuh melalui serangkaian proses metabolisme. Pertukaran zat atau proses metabolisme adalah semua rangkaian reaksireaksi kimia dalam tubuh dengan tujuan untuk menghasilkan energi. Untuk dapat berlangsungnya proses metabolisme dalam tubuh diperlukan oksigen (O2) sebagai bahan bakar yang diperoleh dari proses respirasi. Hemoglobin (Hb) merupakan molekul utama yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen dan karbondioksida dalam darah.

Melalui fusi ini oksigen dibawa dari paru-paru diedarkan keseluruh jaringan tubuh yang membutuhkan. Faktor yang sangat mempengaruhi suplai oksigen kepada jaringan tubuhadalah jumlah sel-sel darah merah dan jumlah hemoglobin (Hb) yang terdapat di dalamnya. Seseorang yang menderita anemia defisiensi zat besi, maka jumlah hemoglobin dalam darahnya lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak anemia. Dengan demikian orang yang menderita anemia suplai O2 ke dalam jaringan-jaringan tubuh akan mengalami gangguan karena alat transportasinya kurang, secara otomatis O2 yang diangkutpun menjadi berkurang. Dengan berkurangnya O2 yang ada dalam jaringan tubuh maka proses metabolisme akan terganggu dan tidak dapat optimal. Dengan tidak optimalnya proses metabolisme maka kebutuhan akan energi untuk proses belajar mengalami gangguan. Semakin tinggi kadar Hb dalam darah, maka semakin banyak pula oksigen (O2 ) yang dapat diangkut ke berbagai jaringan tubuh (Ganong, 1990).


Pengaruh yang ditimbulkan anemia terutama berpengaruh pada kondisi gangguan fungsi hemoglobin yang merupakan alat transport O2 yang diperlukan pada banyak reaksi metabolic tubuh. Pada anak-anak sekolah telah ditunjukan adanya korelasi antara kadar hemoglobin dan kesanggupan anak untuk belajar. Dikatakan bahwa pada kondisi anemia daya konsentrasi dalam belajar tampak menurun (Djaeni, 2004).


Hubungan antara kejadian anemia dengan prestasi belajar dapat dilihat dari beberapa hasil penelitian yaitu penelitian yang dilakukan oleh Anisa (2009) tentang hubungan antara tingkat intelegensi dengan prestasi belajar di SMP negeri 25 Semarang pada tahun 2005, menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar hemoglobin (dalam batas normal) maka semakin tinggi prestasi belajar. Demikian sebaliknya, semakin rendah kadar hemoglobin, semakin rendah prestasi belajar.


Penelitian yang dilakukan oleh Setiawan tentang hubungan anemia dengan intellegence Quotient (IQ) pada santri putri Pondok Pesantren Imam Syuhada kecamatan Polokarto Sukoharjo Jawa Tengah, pada tahun 2009, menunjukan Prevalensi anemia defisiensi besi lebih tinggi ditemukan pada remaja putri, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai matematika pada penderita anemia defisiensi besi lebih rendah dibanding yang tidak anemia defisiensi besi. Menurut penelitian Ida Farida (2006) menunjukkan bahwa prevalensi anemia remaja putri kecamatan Gebog Kabupaten Kudus sebesar 36,8%. Dampak anemia pada remaja putri pertumbuhan terhambat, tubuh pada masa pertumbuhan mudah terinfeksi mengakibatkan kebugaran / kesegaran tubuh berkurang, semangat belajar atau prestasi menurun.


Penelitian yang dilakukan oleh Dahyuni tentang hubungan kadar HB dengan kesegaran jasmani dan prestasi belajar remaja putri di Asrama Putri Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Cirebon, pada tahun 2003, menunjukan hubungan kadar haemoglobin dengan prestasi belajar diperoleh hasil yang signifikan antara kadar haemoglobin dengan prestasi belajar, dimana semakin tinggi kadar haemoglobin semakin tinggi tingkat prestasi belajar.


Cara minum TTD
Cara minum TTD yang paling baik adalah dengan jus buah atau air putih. Jangan minum TTD dengan teh, karena di dalam teh ada kandungan tannin yang mengikat zat besi sehingga tidak mudah diserap. Minuman lain yang menghambat penyerapan zat besi yaitu susu atau yogurt karena mengandung banyak calsium. Calsium yang tinggi di saluran pencernaan akan menghambat penyerapan zat besi. Jadi ketika kamu ingin minum teh atau susu berilah jarak dua jam sebelum atau sesudah minum TTD.


Mengatur pola makan
Pola makan yang baik adalah yang seimbang. Seimbang itu disesuaikan dengan yang makan, jika yang makan kekurangan zat besi maka makanan yang seimbang adalah yang jenisnya banyak mengandung zat besi. Nah zat besi itu banyak terdapat pada bahan makanan nabati seperti sayuran dan kacang kacangan dan bahan makanan hewani seperti daging sapi, kambing, ayam dan ikan. Namun, zat besi yang paling mudah diserap adalah zat besi yang ada di makanan hewani seperti daging, dari semua jenis daging yang paling banyak mengandung zat besi adalah daging merah. Meskipun kamu makan daging, tapi kamu tak boleh lupa makanan lainya seperti sumber karbohidrat seperti nasi, janung, ketela, ubi, sumber protein lainnya tahu, tempe dan kacang kacangan, telur, sumber vitamin dan mineral seperti buah dan sayuran.


Apa yang harus dilakukan jika mengalami tanda tanda anemia
Ketika kamu menjumpai tanda tanda anemia seperti mudah capek, ngantukan, pucat, lesu, mudah pusing, sering pingsan ketika mengikuti upacara di bawah terik matahari, susah konsentrasi belajar, maka segeralah ke puskesmas untuk dicek kadar Hb darahmu. Dokter akan member resep tablet tambah darah dan biasanya ditambah vitamin dengan dosis tertentu jika kamu memang betul menderita anemia.


Apakah remaja putra bisa anemia
Nah dari tadi yang banyak dikupas tentang remaja putri terus ya... terus bagaimana dengan remaja putra apakah mereka bisa anemia? Tentu saja bisa jika mereka mengalami ketidakseimbangan antara kebutuhan dan kehilangan zat besi yang dibutuhkan dengan yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan. Diatas tadi disebutkan bahwa peningkatan kebutuhan zat besi meningkat selama pertumbuhan, sedangkan kehilangan bisa terjadi karena perdarahan mungkin karena jatuh atau keselakaan, selain itu juga dapat disebabkan oleh parasit seperti cacing.


Tanda tanda anemia pada laki laki dan wanita semua sama, yang berbeda adah batasan kadar Hb untuk lakilaki adalah 13 mg persen. Jika kamu melihat temanmu mengalami gejala anemia seperti diatas segera sarankan mereka untuk periksa ke puskesmas terdekat.

 

Kirim | Versi Cetak


"Artikel" Lainnya

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN