Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Oct 2017 »
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11

   Statistik Situs       

Visitors :1773117 Org
Hits : 3938773 hits
Month : 5517 Users
Today : 386 Users
Online : 9 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

Jajaran Kesehatan Laksanakan Kesiapsiagaan Pengamanan Lebaran 1438 H

Sabtu, 1 Juli 2017 01:46:21 - oleh : admindinkes10

Tim PSC mendapat supervisi dari Tim Provinsi DIY

 

       Dalam rangka mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi masalah kesehatan akibat kedaruratan dan bencana yang dapat terjadi pada saat menjelang, selama dan pasca Hari Raya Idul Fitri 1438 H / 2017 M Sektor Kesehatan melakukan berbagai kegiatan sejak 18 Juni s.d 2 Juli 2017 melalui pelayanan puskesmas 24 jam sepanjang jalur jalan nasional, penyiapan Unit Gawat Darurat Rumah Sakit, dan pelayanan kesehatan daerah wisata. Selain itu dilakukan pemetaan kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kesehatan dan faktor risiko kecelakaan pada pengemudi/kru bus AKAP, pengamatan sanitasi makanan dan minuman di tempat-tempat umum khususnya tempat berkumpulnya arus mudik dan arus balik serta pengamatan penyakit potensial KLB.
       Pelayanan Puskesmas selama 24 jam dilaksanakan di Puskesmas Temon I, Sentolo I, Galur II, Girimulyo II, Samigaluh I, Panjatan I, Panjatan II, Lendah I, Wates, Temon II, Sentolo II sedang Puskesmas Pengasih I, Pengasih II, Nanggulan, Kalibawang, Galur I buka 12 Jam dari pukul 08.00 WIB - 20.00 WIB. Pelayanan rumah sakit 24 jam tidak hanya dilakukan di rumah sakit pemerintah namun juga di rumah sakit maupun klinik swasta melalui kontribusi RSU Kharisma Paramedika, RSU Rizki Amalia Temon, RSU Rizki Amalia Lendah, RS Pura Raharja Medika, RSU PKU Muh. Nanggulan, RS.ST Yusuf Boro, dan Klinik Pratama PKU Muh. Wates. Untuk mempermudah dalam melakukan akses pelayanan kesehatan ini dibuat rambu penunjuk arah minimal 3000 m dari lokasi puskesmas/rumah sakit. Pelayanan kesehatan daerah wisata meliputi Pantai Glagah, Pantai Trisik, dan Waduk Sermo melalui puskesmas di wilayah Kecamatan setempat. Selain itu Pengamanan Lebaran juga dilakukan dengan pendirian Posko Kesehatan di Terminal Wates selama 24 jam melalui kerjasama Dinas Kesehatan dengan PMI Cabang Kulon Progo.
       Pengamanan Lebaran juga didukung dengan Public Service Centre (PSC) 119 dengan melibatkan RSU dan Puskesmas Jejaring meliputi RSUD Wates, RSUD Nyi Ageng Serang, RSU Rizki Amalia Temon, RSU Kharisma Paramedika, RSU Rizki Amalia Medika, RSU Pura Raharja, RSU PKU Muhammadiyah Nanggulan, RSU St. Yusuf Boro serta Puskesmas Panjatan II, Galur II, Sentolo I, Samigaluh I, Girimulyo II, Temon II, Wates dan Sentolo II. Masyarakat dapat melakukan kontak telpon ke Nomor 119 apabila terjadi kegawatdaruratan dan PSC 119 akan menghubungkan dengan rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk segara mendapatkan tindak lanjut pertolongan.
       Berdasar Laporan Sementara Kejadian Krisis Kesehatan pada Situasi Khusus Mudik Lebaran Tahun 2017/1438 H sampai dengan H+5 terdapat 115 orang korban kecelakaan lalu lintas dengan 89 korban luka ringan, 24 orang luka berat, 1 orang meninggal di tempat, dan 1 orang meninggal di fasilitas pelayanan kesehatan. Korban terkena petasan sebanyak 2 orang dan 1 orang dipatuk ular.
       Kesiapsiagaan pelayanan kegawatdaruratan juga ditujukan bagi ibu dan bayi melalui pelayanan RSUD Wates yang telah mempunyai kompetensi Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) dan 5 puskesmas dengan kompetensi Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) meliputi Puskesmas Temon I, Galur II, Sentolo I, Lendah I, dan Puskesmas Samigaluh I. Jumlah ibu hamil dengan Hari Perkiraan Lahir (HPL) H-7 sampai dengan H+7 Lebaran sebanyak 240 orang dengan ibu hamil (bumil) risiko tinggi sebanyak 43 orang, bumil dengan faktor risiko sebanyak 17 orang, dan bumil normal sebanyak 18 orang. Sesuai manual rujukan maternal neonatal, bumil risiko tinggi harus melahirkan di RS PONEK, bumil dengan faktor risiko melahirkan di Puskesmas PONED, dan bumil normal dapat melahirkan di fasilitas kesehatan manapun termasuk di Bidan Praktek Mandiri. Untuk komunikasi cepat dan tepat secara terpadu dalam pelayanan ibu hamil didukung dengan Jaringan Peduli Kesehatan Ibu-Anak (RINDU KIA) yang ada di tingkat kabupaten dan 12 kecamatan seluruh Kulon Progo. Selain itu dengan Dana Jampersal juga dsiapkan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) yang keberadaannya ±300 m dari RSUD Wates yang dapat dimanfaatkan bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas maupun bayi baru lahir dan keluarganya atau kader pendamping/tenaga kesehatan dengan fasilitas konsumsi 3 kali makan dan 1 kali snack serta transportasi mobil untuk antar jemput pasien.
       Dalam hal pengamatan penyakit potensial KLB selama Lebaran, kegiatan lebih dititikberatkan pada pengamatan penyakit malaria pada penduduk yang datang dari luar daerah. Masyarakat Kulon Progo agar melaporkan pendatang/pemudik ke puskesmas guna melakukan pemeriksaan sediaan darah untuk mengantisipasi penularan apabila terdapat pendatang yang positif malaria. (dewi ratna).

Kirim | Versi Cetak


"Berita" Lainnya

   Sistem Informasi       

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN