Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Oct 2017 »
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11

   Statistik Situs       

Visitors :1773124 Org
Hits : 3938788 hits
Month : 5517 Users
Today : 387 Users
Online : 14 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

UGM Fasilitasi Penyusunan Rencana Aksi Menuju Eliminasi Malaria Di Perbukitan Menoreh

Senin, 8 Mei 2017 11:29:07 - oleh : admindinkes10

       Meskipun telah dilaksanakan peningkatan kerja sama lintas batas dalam pengendalian malaria di Perbukitan Menoreh (Kabupaten Magelang, Kulon Progo dan Purworejo) namun sampai saat ini upaya eliminasi malaria belum dapat berhasil dengan baik. Upaya pengendalian malaria Lintas Batas Menoreh sudah diupayakan melalui berbagai langkah. Pada Bulan April 2017 telah ditandatangani kesepakatan Program Eliminsai Malaria antara Pemerintah Jawa Tengan - DI Yogyakarta dengan Kabupaten Kulon Progo, Magelang dan Kabupaten Purworejo oleh Gubernur, DPRD dan Bupati masing-masing wilayah. Juga telah disusun Rencana Aksi Percepatan Eliminasi Malaria pada Tahun 2020.
       Untuk mengatasi masalah malaria tersebut, Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran UGM didukung oleh World Health Organization / TDR memfasilitasi penyusunan rencana aksi pengendalian malaria dengan melibatkan partisipasi Puskesmas, Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Salah satu komponen utama dalam rencana aksi adalah analisis situasi dan penentuan masalah prioritas dimana dalam penentuan masalah prioritas ini keterlibatan pembuat kebijakan dan pemegang program termasuk Puskesmas sangatlah penting. Oleh karena itu, dilakukan diskusi dengan melibatkan puskesmas sebagai ujung tombak pelaksanaan pengendalian untuk melakukan inventirasi prioritas hambatan dan mengidentifikasi strategi yang dapat digunakan sebagai pendekatan dalam mengatasi permasalahan malaria.
       Diskusi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, dr. Bambang Haryatno, M.Kes., pada Jum'at, 28 April 2017. Metode diskusi menggunakan Nominal Group Technique (NGT) dengan melibatkan 8 puskesmas endemis malaria di Kabupaten Kulon Progo yaitu Puskesmas Koap I, Puskesmas Kokap II, Puskesmas Samigaluh I, Puskesmas Samigaluh II, Puskesmas Girimulyo I, Puskesmas Girimulyo II, Puskesmas Pengasih II, dan Puskesmas Kalibawang. Peserta adalah kepala puskesmas dan pemegang program malaria dari masing-masing puskesmas dengan fasilitator Tim Peneliti UGM yang dikordinir oleh dr. Riris Andono Ahmad, MPH, Ph,D. Selain itu diskusi juga dipandu oleh drg. Th. Baning Rahayujati, M.Kes. dan Dra. Neti Viperiati, Apt., M.Kes. selaku fasilitataor kabupaten yang telah dilatih pada Lokalatih tanggal 18-19 Maret 2017.
       Setelah diberikan penjelasan tentang rencana aksi, acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok kepala puskesmas dan kelompok pemegang program dan dilakukan dalam 2 sesi. Sesi pertama menggali pendapat peserta mengenai hambatan dalam implementasi program eliminasi malaria saat ini. Peserta menuliskan 5 hal yang dianggap menjadi hambatan dalam eliminasi malaria dalam kertas kerja yang kemudian diberi kesempatan untuk menjelaskan tentang pendapatnya. Hasil dilakukan inventarisasi serta pembobotan untuk menentukan prioritas hambatan. Dalam sesi kedua peserta menyampaikan strategi yang dapat dilakukan untuk implementasi program eliminasi malaria yang lebih baik terutama terkait permasalahan lintas batas dengan menuliskan 5 hal sebagai strategi penanggulangan malaria dalam kertas kerja sebagaimana dalam sesi pertama dilanjutkan dengan penjelasan atas pendapatnya serta dilakukan inventarisasi dan scoring untuk menentukan prioritas strategi.
       Hasil prioritas hambatan hambatan antara lain keterlibatan masyarakat dan lintas sektor yang belum optimal dan adanya breeding place vektor malaria di sepanjang sungai dan kebun di wilayah Perbukitan Menoreh. Adapun prioritas strategi adalah perlunya regulasi yang menyasar sampai dengan tingkat desa/dusun dan inovasi pengendalian lingkungan. Hasil NGT ini merupakan awal dari proses selanjutnya yang akan didiskusikan di tingkat Kabupaten Lintas Batas sampai dengan dapat tersusun Road Map Eliminasi Malaria di Perbukitan Menoreh. (dewi ratna)

 

 

Kirim | Versi Cetak


"Berita" Lainnya

   Sistem Informasi       

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN