Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Dec 2017 »
M S S R K J S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

   Statistik Situs       

Visitors :1839835 Org
Hits : 4106161 hits
Month : 5023 Users
Today : 255 Users
Online : 2 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

“JALIN ASMARA” Dalam Percepatan Desa Bojong Stop Buang Air Besar Sembarangan

Kamis, 13 April 2017 09:40:17 - oleh : admindinkes10

 

"JALIN ASMARA"
DALAM PERCEPATAN DESA BOJONG
STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN

Oleh: Susilo Ratnawati, AMKL *)

 

       Kondisi geografis di wilayah UPTD Puskesmas Panjatan II merupakan wilayah dengan daya resap air rendah, sehingga apabila terjadi hujan akan terjadi genangan. Masyarakat mengatasi genangan tersebut dengan membuat galian di sepanjang pekarangan untuk menampung air. Ketersediaan air yang cukup setiap tahun membuat masyarakat memanfaatkan galian tersebut untuk budidaya ikan.
       Masyarakat memanfaatkan tinja manusia sebagai makanan ikan yang dipelihara di galian sekitar rumah. Selain terdapat galian, wilayah UPTD Puskesmas Panjatan II terdapat aliran irigasi yang mengalir sepanjang tahun dan masyarakat masih ada yang tidak malu buang air besar di saluran irigasi.
       Kegiatan STBM di Desa Bojong sudah dilaksanakan sejak tahun 2013 dengan kegiatan sosialisasi STBM, pemicuan, monitoring pasca pemicuan, sosialisasi jamban sehat. Akan tetapi belum ada perubahan perilaku dari masyarakat yang buang air besar sembarangan. Diwilayah Desa Bojong Kecamatan Panjatan, akses jamban sehat pada tahun 2015 baru mencapai 85,75 % dan merupakan cakupan terendah jika dibandingkan dengan desa yang lain di wilayah UPTD Puskesmas Panjatan II. Attack Rate kejadian dire di Desa Bojong tahun 2015 3,58% merupakan angka tertinggi dibandingkan dengan desa yang lain.
       Masalah stop buang air besar sembarangan yang terjadi dimasyarakat disebabkan oleh banyak faktor, dimana sebagai penyebab utamanya diluar faktor kesehatan. Penyebab masalah Stop Buang Air Besar sembarangan dapat disebabkan antara lain oleh faktor lingkungan (termasuk sosial-ekonomi-budaya), perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan, dan keadaan demografi. Oleh karena itu untuk memecahkan masalah stop buang air besar sembarangan dibutuhkan kerjasama antara sektor kesehatan dengan sektor-sektor lain yang terkait dengan penyebab terjadinya masalah kesehatan.
       Strategi penyelenggaraan stop buang air besar sembarangan meliputi penciptaan lingkungan yang kondusif, peningkatan kebutuhan sanitasi dan peningkatan penyediaan akses sanitasi. Penciptaan li¬ngkungan yang kondusif merupakan upaya melalui dukungan kelembagaan, regulasi, dan kemitraan dari Pemerintah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, institusi pendidikan, institusi keagamaan dan swasta.
       Untuk menumbuhkan semangat kerjasama antar sektor diperlukan upaya pengggalangan dan peningkatan kerjasama lintas sektoral, serta evaluasi peran lintas sektor agar diperoleh hasil yang optimal. Evaluasi peran lintas sektor dilaksanakan sebagai analisis situasi dan rencana tindak lanjut berikutnya. Atas dasar itulah maka dukungan lintas sektor ini merupakan point yang mendapat perhatian lebih dengan tidak mengesampingkan peran lainnya.
        "JALIN ASMARA" Kerja Lintas Sektor Dalam Akses Sanitasi Masyarakat merupakan ide yang dipilih untuk meningkatkan akses jamban sehat dan mempercepat tercapainya stop buang air besar sembarangan yang pada akhirnya kualitas lingkungan baik dan mampu mencegah penyakit - penyakit terkait masalah lingkungan. Jalin asmara sebenarnya adalah upaya untuk lebih menggerakkan peran lintas sektor dalam pembangunan kesehatan sehingga fungsi puskesmas sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, penyedia layanan kesehatan yang didalamnya termasuk penyediaan lingkungan yang sehat serta mendorong kemandirian masyarakat di bidang kesehatan tercapai.
       Hasil kerja keras dalam JALIN ASMARA membuahkan hasil dengan bisa dilaksanakan deklarasi Desa stop buang air besar sembarangan di Desa Bojong Kecamatan Panjatan pada tanggal 6 April 2017. Kegiatan JALIN ASMARA dapat meningkatkan akses jamban sehat di Desa Bojong dan dikembangkan untuk memenuhi akses sanitasi lainnya.
Perubahan perilaku stop buang air besar sembarangan harus dilakukan monitoring secara terus menerus apakah perubahan perilaku tersebut bersifat sementara maupun permanen. Untuk melaksanakan kegiatan monitoring ini, dilaksanakan melalui dua kegiatan yaitu monitoring melalui Buku SEHATKU dengan sasaran anak sekolah dimana anak sekolah memberikan tanda perilaku buang air besar pada hari itu dan monitoring oleh JALIN ASMARA dengan kunjungan ke masyarakat dan melihat perilaku buang air besarnya. Kegiatan monitoring dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

 

*) : Sanitarian Puskesmas Panjatan II Kabupaten Kulon Progo.

 

Kirim | Versi Cetak


"Artikel" Lainnya

   Sistem Informasi       

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN