Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Jul 2018 »
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11

   Statistik Situs       

Visitors :1972764 Org
Hits : 4421304 hits
Month : 4293 Users
Today : 410 Users
Online : 6 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

MOU Integrasi Jamkesda Ditandatangani

Sabtu, 17 Desember 2016 06:57:05 - oleh : admindinkes10


       Sebagai tindak lanjut program Pemerintah Pusat yang berkomitmen untuk melaksanakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan target Universal Coverage pada tahun 2019, Pemkab Kulon Progo bersama BPJS Kesehatan tandatangani Kerjasama Pelaksanaan Program JKN Bagi Penduduk Miskin Yang Didaftarkan Oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk Tahun 2017.
       Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan Kepala Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Keshatan (BPJS) Cabang Sleman, di Ruang Menoreh Pemkab Kulon Progo, Jumat (16/12/2016).
       Pj. Bupati Kulon Progo Ir.Budi Antono,MSi, dan Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional VI Jateng dan DIY Aris Jatmiko seusai menyaksikan penandatanganan kerjasama juga melakukan serah terima cinderamata dihadapan SKPD terkait,
       Ruang lingkup perjanjian meliputi pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memebuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap penduduk miskin Kabupaten Kulon Progo yang iurannya dibayar oleh Pemkab Kulon Progo yang meliputi kegiatan kepesertaan Program JKN, Pelayanan kesehatan Program JKN, dan Pembayaran Iuran Peserta.
       Jumlah peserta yang mendapatkan Program JKN bagi Penduduk Miskin sebanyak 20.000 (dua puluh ribu) jiwa sesuai dengan Keputusan Bupati No.373 Tahun 2016 tentang Kepesertaan Penduduk Miskin Penerima Bantuan Iuran APBD Program Jaminan Kesehatan Nasional di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2017.
       Seusai penandatanganan, Aris Jatmiko memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Bupati dan Ka Dinas, serta SKPD dalam mendukung pelaksanaan program Indonesia sehat. "Yang secara UU kami sebagai operator. Tanpa dukungan Bupati, tidak mungkin program ini bisa berjalan dengan baik" kata Aris Jatmiko.
       Aris menambahkan, BPJS tidak bisa melaksanakan sendiri, karena masyarakat yang dilayani masyarakat Kulon Progo, Puskesmas Dinas Kesehatan, RSU yang melayani juga dari jajaran di Kulon Progo. Aris menilai Ir.Budi Antono,MSi merupakan orang yang luar biasa perhatiannya pada kesejahteraan masyarakat. Aris juga menyampaikan, seusai penandatanganan masih banyak yang harus dikerjakan, seperti mencetak kartu, mendistribusikan dan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat.
       "Sosialisasi penting, jangan sampai rakyat yang memiliki hak tidak mengerti" jelas Aris. Dilihat dari kepesertaan, di DIY sudah mencapai 78%, dan masih 22%. Sedangkan untuk Kulon Progo peserta mencapai 71%.
       Dengan penandatanganan ini, Ir.Budi Antono,MSi menyampaikan rasa bangga dan bahagia. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan pribadi kami sampaikan terimakasih atas penyelenggaraan ini" kata Ir.Budi Antono,MSi.
Pj.Bupati berharap, setelah penandatanganan ini, dalam pelaksanaannya diharapkan adanya saling komunikasi dan saling mengingatkan.
       Kepala Dinas Kesehatan dr. Bambang Haryatno, M.Kes menyampaikan, jangka waktu perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung mulai tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2017. Pembayaran Iuran dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan menggunakan dana dari Pemkab. Untuk tahun 2017 dari dana Jamkesda Rp. 11,2 M, sebagian untuk membayar ke BPJS sebesar Rp. 5,52 milyard yaitu untuk pembayaran 20.000 jiwa x 12 bulan x Rp. 23.000,-. "Hal ini dilakukan karena sebagai amanah undang-undang, ada SE Mendagri bahwa Pemda supaya segera mengintegrasikan BPJS" kata Bambang.
       20.000 masyarakat yang dimasukkan BPJS ini untuk penduduk miskin Kulon Progo yang belum punya kartu jaminan. Dengan ikut BPJS, fasilitas pelayanan kesehatan yang didapat jauh lebih banyak dan dapat digunakan dimanapun. (TvS).

 

 

Kirim | Versi Cetak


"Berita" Lainnya

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN