Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Jan 2018 »
M S S R K J S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10

   Statistik Situs       

Visitors :1862155 Org
Hits : 4170966 hits
Month : 4156 Users
Today : 216 Users
Online : 2 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

Kedekatan Dengan Masyarakat Awal Meraih Sukses Keteladanan

Kamis, 14 Juli 2011 09:22:41 - oleh : admindinkes10

Kiat dengan bekerja apa adanya dan tidak berfikiran menjadi tenaga medis teladan demikian penuturan dari Muh. Nurcahyo, AMKL mengawali kisahnya kepada KP Sehat dalam wawancara di Ruang Laboratorium Kesehatan usai kegiatan pengiriman sampel air kemarin (Rabu,13/7/2011).
Pria kelahiran Bantul 42 tahun silam ini merupakan salah satu dari tenaga medis teladan peringkat pertama di Propinsi DIY tahun 2011 kategori tenaga Sanitarian (Baca: Kulon Progo Sabet 3 Kategori Peringkat Pertama Kejuaraan Nakes Teladan)
Anak keempat dari 4 bersaudara ini setelah lulus pada Sekolah Pembantu Penilik Hygiene (SPP) Madiun pada tahun1989, mengawali karirnya sebagai pegawai negeri sipil pada bulan September 1990 di Puskesmas Samigaluh I sampai dengan 1998. yang selanjutnya berpindah-pindah ke Puskesmas Pengasih I, Puskesmas Panjatan dan kembali lagi ke Puskesmas Pengasih I sejak tahun 2005 sampai sekarang.
Ayah dari Alfian Nurcahyo dan Kalista Nurcahyo ini selanjutnya mengisahkan awal dari dekatnya dengan masyarakat adalah ketika tinggal di rumah Dinas Puskesmas Pengasih I.
Disitu kami merasakan persaudaraan di masyarakat cukup erat karena kalau ada apa-apa misal KLB (Kejadian Luar Biasa:red) dan harus PE (Penyelidikan Epidemiologi:red) selalu siap. Hal ini merupakan modal yang cukup besar dalam pembinaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Dusun Gondangan, Sidomulyo, Kecamatan Pengasih yang mana kegiatan ini dijadikan unggulan ketika maju lomba tenaga kesehatan teladan kategori Sanitarian..
Pada tahun 2006, kala itu mengalami kemarau yang cukup panjang. Pedukuhan Gondangan berupa perbukitan disitu ada belik yang berjarak ½ - 1 km, masyarakat mengambil air dengan memikul atau menggendong.
Atas dorongan cita-cita agar air tinggal buka kran bisa mengalir di halaman masing-masing, kala itu masyarakat dengan bimbingan Nurcahyo ini melakukan survei sumber air bersih yang akhirnya menemukannya di Pedukuhan Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo yang jauhnya sekitar 6 km. Penghitungan debit air kala itu dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan sedikit memasukkan teori yang didapatkannya dari masa kuliah dengan menggunakan takaran minyak 1 liter dan 2 liter.
Setelah mendapatkan ijin dari pemilik tanah lokasi sumber air, akhirnya dilakukan musyawarah warga dan diputuskan untuk membangun jaringan perpipaan air bersih untuk melayani sebanyak 50 kepala keluarga pada awalnya, dan sekarang telah melayani lebih dari 100 kepala keluarga.
Suami dari Istriana, SPd, M.Hum ini menyampaikan perannya hanya mendorong masyarakat untuk mandiri dalam pembangunan sarana perpipaan sedangkan yang bergerak masyarakat secara mandiri.
Hambatan yang dirasakan dalam membangun sarana air bersih tersebut, memerlukan teknis yang dirasakan kurang didapatkan selama kuliah sedang letak sumber air berjarak 6 km dengan kemiringan 30-40%.
Kearifan lokal diikuti oleh Nurcahyo melanjutkan kisahnya, ada keyakinan di masyarakat jika sumber air dirubah bentuknya akan mematikan sumber tersebut, pembangunan bak sebaiknya tidak langsung disitu karena akan mematikan sumber air, sehingga cukup dialirkan sepanjang 3-4 meter  kemudian dimasukkan bak penampung dan baru dialirkan melalui perpipaan.
Masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pembangunan per kepala keluarga atas kesadaran sendiri harus mengeluarkan biaya sekitar Rp. 2.150.000,- itupun tidak cash, bahkan ada yang kredit di Badan keuangan yang ada di kecamatan Pengasih. Dengan rasa persaudaraan yang tinggi, warga yang dilewati pipa juga tidak meminta kompensasi, bahkan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya rasa kekeluargaan antara warga pedukuhan Gondangan dan Banyunganti salah satu contoh bila warga Banyunganti punya gawe (hajat:red) warga pedukuhan Gondangan membantu demikian sebaliknya, lanjut Nurcahyo.
Ketika harus maju lomba tenaga kesehatan  teladan, Nurcahyo merasa sangat kaget, karena  waktu itu sebenarnya yang maju teladan bukan dirinya, namun karena yang dicalonkan baru menjalani ibadah umrah dirinya terpaksa harus mau.
Sebelum mengakhiri wawancara Nurcahyo berpesan untuk teman-teman lain seprofesi agar bekerja melayani dan mengayomi masyarakat tanpa harus ada angan-angan menjadi teladan. Seperti kemarin ketika maju lomba teladan tingkat propinsi sebenarnya juga tidak siap, namun karena masyarakat sejak awal sudah terkondisikan, ditunjuk secara mendadakpun ternyata mendapatkan hasil. Sedang kesan yang dirasakan adalah kebersamaan dan rasa kegotongroyongan yang cukup tinggi di masyarakat sehingga meskipun harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak tetap bisa dilaksanakan.

Kirim | Versi Cetak


"Kisah dan Cerita" Lainnya

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN