Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Dec 2017 »
M S S R K J S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

   Statistik Situs       

Visitors :1839834 Org
Hits : 4106140 hits
Month : 5024 Users
Today : 254 Users
Online : 2 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

SPP IRT

TATA CARA PENGAJUAN PERMOHONAN
SPP – IRT

Produk pangan yang dikonsumsi bagi masyarakat haruslah aman dari bahan-bahan berbahaya, baik bahaya kimia, bahaya biologis, maupun bahaya fisik. Guna memberikan keamanan pangan bagi konsumen, maka diperlukan sistem pembinaan dan registrasi produk. Khususnya bagi produsen, untuk mendapatkan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP – IRT) beserta persyaratannya dapat dilihat sebagai berikut :

1. Pengajuan Permohonan :

Kepada Pemerintah Daerah

Cq. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota.

Untuk mendapatkan formulir Klik Download Formulir. Lihat Alur Pelayanan SPP-IRT

2. Persyaratan :

2.1. SPP-IRT diterbitkan oleh Bupati / Walikota

2.2. SPP-IRT diberikan setelah IRTP memenuhi syarat yang dibuktikan dengan:

  • Memiliki Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan; dan
  • Hasil rekomendasi pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Industri Rumah Tangga.

2.2. SPP-IRT berlaku 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang selama memenuhi  persyaratan

2.3. Pangan produksi IRTP yang SPP-IRT telah berakhir masa berlakunya dilarang untuk diedarkan.

3. Informasi Tentang Nomor Sertifikat PKP.

Nomor Sertifikat terdiri dari 3 (tigo) kolom dan 9 (sembiIan) angka, sesuai contoh berikut : 123/4567/89

  • Angka ke-1, 2, 3 pada kolom I, menunjukkan nomor urut tenaga
  • Angka ke-4, 5, 6, 7 pada kolom II, menunjukkan propinsi dan kabupaten / kota
  • Angka ke- 8, 9 pada kolom III, menunjukkan tahun penerbitan sertifikat

4. Sertifikat Produksi Pangan IRT (SPP - IRT)

  • Sertifikat diberikan untuk 1 (satu) jenis produk pangan
  • Nomor Sertifikat PP - IRT terdiri dari 15 angka (digit) yaitu:
  • angka ke-1 menunjukkan kode jenis kemasan
  • angka ke-2, 3 menunjukkan nomor urut jenis produk
  • angka ke-4,5,6.7 menunjukkan kode propinsi dan kabupaten/kota
  • angka ke-8, 9 menunjukkan nomor urut produk PP IRT yang telah memperoleh SPP-IRT
  • angka ke-10,11,12 dan 13 menunjukkan nomor urut PP-IRT di Kabupaten/kota yang bersangkutan
  • Digit ke 14 dan 15 menunjukkan tahun berakhir masa berlaku.
  • Nomor P-IRT diberikan untuk 1 (satu) jenis pangan IRT.
  • Nomor Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dicantumkan pada label produk pangan IRT dengan cara penulisan seperti contoh berikut:

P – IRT No. 206340102025-21

Keterangan:
• 2 = jenis kemasan adalah pfastik

• 06 = kelompok jenis pangan yaitu tepung dan hasil olahannya dan jenis produknya adalah biscuit

• 3401 = kode propinsi, kabupaten/kota adalah propinsi DIY, Kabupaten Kulon Progo

• 02 = nomor urut jenis pangan yang ke- 2 memperoleh nomor sertifikat produksi

• 025 = nomor urut perusahaan IRT di kabupaten / kota setempat (Kulon Progo)

• 21 = masa berlaku sampai dengan tahun 2021)

5. Pencabutan dan Pembatalan SPP-IRT

Dicabut dan dibatalkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota apabila :

  • Pemilik atau penanggung jawab perusahaan melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku di bidang pangan
  • Pangan terbukti sebagai penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan.
  • Pangan mengandung Bahan Berbahaya.
  • Sarana terbukti tidak sesuai dengan kriteria IRTP.

6. Perubahan dan Penambahan Jenis Pangan

  • Perubahan pemilik SPP-IRT dan penanggung jawab perusahaan harus dilaporkan pada Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota
  • Penambahan SPP-IRT dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota berdasarkan:
    • Permohonan penambahan jenis produk pangan yang dihasilkan oleh IRT yang telah mengikuti penyuluhan
    • Hasil pemeriksaan sarana produksi IRT oleh Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota minimal Cukup

7. Kode Propinsi, Kabupaten Dan Kota .

33 Jawa Tengah
33.08 Kabupaten Magelang
33.10 Klaten
34 DI Yogyakarta
34.01 Kabupaten Kulon Progo
34.02 Kabupaten Bantul
34.03 Kabupaten Gunung Kidul
34.04 Kabupaten Sleman
34.71 Kota Yogyakarta.

8. Kode Jenis Pangan Produk IRT

01 Daging dan hasil olahnya

Abon daging, Baso daging, Dendeng babi, Dendeng sapi, Rambak kulit.

02 Ikan dan hasil olahnya

Abon ikan, Baso ikan, Cumi kering, Ikan asap, Ikan asin, Kerupuk ikan, Pasta, Ikan, Petis, Terasi, Udang kering.

03 Unggas dan hasil olahnya

Abon ayam, Telur asin, Keripik cakar, Ayam bakar.

04 Sayur dan hasil olahnya

Acar Asinan sayur, Jamur asin/kering, Sayur asin / kering, sayur kering

05 Kelapa dan hasil olahnya

Kelapa parut kering, Olahan air kelapa / nata decoco, Pasta kelapa, Santan

06 Tepung dan hasil olahnya

Bihun, Biskuit, Dodol, Jenang, Kerupuk, Kue basah, Kue brem, Kue kering, Makaroni Mie kering, Mie basah, Tapioka, Tepung aren, Tepung beras / ketan, Tepung gandum, Tepung hunkwee, Tepung Kedele, Tepung kelapa, Tepung kentang, Tepung pisang, tepung sagu roti, Sohun, Tahu, Wingko, Geplak.

07 Minyak goreng, Minyak jagung, Minyak kacang, Minyak kedele, Minyak kelapa, Minyak bunga matahari, Minyak Zaitun

08 J em dan jenisnya

Jem / Selai, Jeli buah, Marmalad, Serikaya

09 Gula, Madu, Kembang gula

Gula aren, Gula kelapa, Gula pasir, Gula semur, Kembang guIa, Kembang gula kare , Madu, Sirop.

10 Coklat,Kopi,Teh

Coklat biji / bubuk, Kopi campur, Kopi biji / bubuk, Teh

11 Bumbu

Aneka bumbu masak, bawang goreng, Cuka, Kecap asin / manis, Petis, Saos cabe, Saos ikan, Saos kacang, Saos tomat, Tauco, Terasi

12 Rempah rempah

Bawang merah kering/pasta/bubuk, Cabe kering / pasta / bubuk, Cengkeh kering / pasta / bubuk, Jahe kering / pasta / bubuk, Jintan, Kayu manis, Kapulaga, Ketumbar, Kunyit kering / pasta / bubuk, Lada putih / hitam, Pala / bunga pala, Wijen

13 Minuman ringan, Jus

Jus buah, Minuman beraroma, Minuman buah, Minuman gula asam, Minuman kacang kedelai/Sari kedele, Minuman kopi / campur, Minuman kunyit asam, Minuman lidah buaya, Minuman rumput laut, Minuman sari madu, Minuman teh

14 Buah dan hasil olahannya

Asinan buah, Buah kering, Manisan buah, Kurma, Sari buah, Emping pisang.

15 Biji-bijian dan umbi-umbian

Beras, Jagung, Ketan, Keripik kentang, Keripik ketela, Keripik singkong, Keripik Sukun, Tape ketan, Kacang, Emping mlinjo, Getuk.

16 Es

Es batu, Es jus, Es stik

9. Kode Jenis Kemasan

  1. Gelas bukan untuk pangan yang disterilisasi
  2. Plastik bukan untuk pangan yang disterilisasi atau pasteurisasi
  3. Karton / kertas
  4. Kaleng bukan untuk pangan yang disterilisasi
  5. Alumunium Foil
  6. Lain-lain misalnya daun

Sumber acuan : Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor : HK.03.1.23.04.12.2205 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga.

   Sistem Informasi       

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN