Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Aug 2019 »
M S S R K J S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
1 2 3 4 5 6 7

   Statistik Situs       

Visitors :2485174 Org
Hits : 5193256 hits
Month : 3705 Users
Today : 658 Users
Online : 10 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   PROFIL KESEHATAN       

   ADDME-SEO       

Inovasi Standar Pelayanan Kefarmasian Dalam SIMOKU

Jum`at, 22 Maret 2019 15:55:48 - oleh : admindinkes10

INOVASI 
STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DALAM SIMOKU 

Oktaviana Rohjatmi, A.Md Farm 
UPTD Puskesmas Panjatan I

 

Latar Belakang

Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas meliputi 2 (dua) kegiatan, yaitu kegiatan yang bersifat manajerial berupa pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai dan kegiatan pelayanan farmasi klinik (Peraturan Menteri Kesehatan RI No 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, 2016). Dalam rangka meningkatkan mutu manajemen pengelolaan obat di Kabupaten Kulon progo utamanya dalam administrasi pencatatan pelaporan persediaan dan penggunaan obat, maka perlu didukung sistem informasi yang baik. Obat merupakan bahan yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan dalam upaya mendukung intervensi pelayanan medis yang dibutuhkan. Tantangan terberat dalam pengelolaan obat selain harus menjaga ketersediaan, mutu, keamanan obat, memberikan pelayanan obat kepada pasien adalah harus membuat laporan persediaan dan penggunaan obat secara perpetual untuk mendukung pencapaian kinerja WTP dari auditor, di tengah keterbatasan ketersedian SDMK.
Perkembangan teknologi informasi telah membuka kemudahan dalam mengolah data. Kehadiran internet serta berbagai perangkat komunikasi digital, tak dapat dihindarkan lagi, telah merubah cara pandang dunia terhadap informasi. Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer merupakan salah satu bentuk teknologi informasi. Sistem informasi (SI) dapat didefinisikan sebagai kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi (Budi Sutedjo Dharma Oetomo, 2002). SIMOKU dirancang sebagai inovasi berbasis teknologi informasi di bidang kefarmasian yang dapat membantu petugas kefarmasian dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kefarmasian sesuai pedoman yang ditetapkan secara efektif dan efisien, dan dapat menyediakan informasi yang tepat, akurat, relevan, dan akuntable dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian.

A. Apa itu SIMOKU?

SIMOKU merupakan aplikasi web base yang dapat diakses dengan perangkat komputer, laptop, maupun handphone melalui browser yang terhubung dengan jaringan internet. Alamat website SIMOKU yaitu simoku.kulonprogokab.go.id. Masing-masing pengguna mempunyai user name dan id password. Sebagai admin pada level super admin yaitu programer Diskominfo, kemudian untuk kewenangan penambahan data pada master obat diserahkan kepada admin Pengelola Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Pada level Puskesmas, ada admin Puskesmas dan admin unit pelayanan. SIMOKU mengolah data - data dalam proses manajemen pelayanan kefarmasian menjadi informasi - informasi yang dibutuhkan.
Informasi adalah sekumpulan data atau fakta yang telah diproses dan dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang mudah dimengerti dan bermanfaat bagi penerimanya. Informasi yang dapat diambil dari SIMOKU meliputi laporan pengelolaan obat, laporan kegiatan pelayanan farmasi klinis, dan laporan persediaan asset obat. Dalam SIMOKU yang merupakan data adalah semua data yang digunakan dalam proses manajemen pelayanan kefarmasian.
Secara etimologis, pengertian manajemen merupakan seni untuk melaksanakan dan mengatur. Manajemen pengelolaan obat meliputi kegiatan Perencanaan; Permintaan/Pengadaan; Penerimaan; Penyimpanan; Pendistribusian; Pengendalian; Pencatatan, Pelaporan, dan Pengarsipan; dan Pemantauan dan Evaluasi Pengelolaan. Manajemen pelayanan farmasi klinis meliuti pelayanan resep, PIO, konseling, ronde/visite pasien, MESO, pemantauan terapi Obat, evaluasi penggunaan Obat. Dalam menjalankan manajemen tersebut, petugas farmasi mengacu pada pedoman - pedoman yang ditentukan. Dalam pelaporan asset obat, karena obat merupakan persediaan material, maka sesuai kebijakan akuntansi daerah nilai persediaan obat dilaporkan dengan metode perpetual FIFO dan FEFO.
Obat yang dimaksud dalam penamaan SIMOKU tidak terbatas pada sediaan obat saja. Obat yang dimaksud dalam hal ini meliputi Obat dan Bahan Medis Habis Pakai (alat kesehatan disposible, reagen, dan bahan gigi). Sehingga SIMOKU menjadi aplikasi pengelolaan e-logistic farmasi satu pintu. Sebagai identitas, ditambahkan kata Ku yang mewakili nama Kabupaten Kulon Progo.


B. Sasaran SIMOKU

1. Pengelola Obat Puskesmas se Kabupaten Kulon Progo
2. Pengelola Obat Instalasi Farmasi Kabupaten Kulon Progo

C. Tujuan SIMOKU

1. Tujuan Umum : meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian.
2. Tujuan Khusus : 

  •  
    • Pengelola Obat dapat melaksanakan kegiatan pelayanan kefarmasian sesuai pedoman standar pelayanan kefarmasian dan standar akreditasi secara efektif dan efisien.
    • Pengelola Obat dapat melaporkan nilai persediaan aset obat secara akurat sesuai metode yang ditetapkan.
    • Pengelola Obat dapat menampilkan profil farmasi sebagai gambaran hasil kegiatan dan bahan evaluasi atas kegiatan pelayanan kefarmasian yang dilakukan.

D. Ruang Lingkup SIMOKU

Ruang lingkup inovasi SIMOKU meliputi pelayanan kefarmasian, pelaporan asset obat dan pendukung program-program kesehatan.

1. Aplikasi SIMOKU dalam kegiatan Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai.

a. Perencanaan

• Rencana Kebutuhan Obat (RKO)

• Rencana Anggaran Belanja Obat (RAB Obat)

b. Permintaan/Pengadaan
• Menu Permintaan Obat melalui Menu LPLPO Gabungan (Permintaan Rutin dan Bon Obat)
• Menu Pengadaan Obat
c. Penerimaan
• Surat Bukti Barang Masuk
d. Penyimpanan
• Kartu Stok Gudang Farmasi Puskesmas
e. Pendistribusian
• Surat Bukti Barang Keluar
f. Pengendalian
• Laporan Obat Menipis
• Laporan Obat Kosong
• Laporan Obat ED
• Laporan Obat Rusak
g. Pencatatan, Pelaporan, dan Pengarsipan
• LPLPO Gabungan dan Per Lokasi
• Laporan Penggunaan Obat Psikotropika dan OOT
• Laporan Persediaan Obat
• Rekap Pemakaian Obat Harian Unit Pelayanan Resep
h. Pemantauan dan evaluasi pengelolaan
• Evaluasi Perencanaan Obat
• Evaluasi Ketersediaan Obat

2. Aplikasi SIMOKU dalam kegiatan Pelayanan Farmasi Klinik.

a. Pelayanan Resep
• Data Resep
• Etiket Obat
b. Pelayanan Informasi Obat (PIO)
SIMOKU menyediakan menu KIE & PIO.
c. Konseling
Petugas farmasi dapat menggunakan menu KIE & PIO.
d. Ronde/Visite Pasien
Petugas farmasi dapat menggunakan menu Riwayat Pengobatan.
e. Pemantauan dan Pelaporan Efek Samping Obat
SIMOKU menyediakan menu Laporan MESO.
f. Pemantauan Terapi Obat
Petugas farmasi dapat menggunakan menu Riwayat Pengobatan.
g. Evaluasi Penggunaan Obat
• Laporan Penggunaan Obat Rasional (POR)
• Laporan Statistik Peresepan Obat Generik
• Laporan Kesesuaian Peresepan dengan Formularium
• Laporan Pemakaian Obat Psikotropika
• Data Pasein per Diagnosa

3. Aplikasi SIMOKU dalam penerapan Standar Akreditasi Puskesmas untuk

Pelayanan Kefarmasian.
a. Kegiatan Pelayanan kefarmasian dengan SIMOKU dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur yang telah ditetapkan.
b. SIMOKU mendukung upaya peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien.

4. Aplikasi SIMOKU dalam pelaporan mutasi dan persediaan asset Obat dan Bahan Medis Habis Pakai

a. Laporan Perpetual Gabungan dan Per Lokasi
b. Laporan Persediaan Per Lokasi
c. Rekapitulasi Obat dan Bahan Medis Habis Pakai

5. Aplikasi SIMOKU dalam mendukung program kesehatan (UKM, SPM, PISPK).

a. Riwayat Pengobatan
b. Data Pasien per Diagnosa
6. Aplikasi SIMOKU sebagai DSS (Decision Support System) atau Sistem Pengambil Keputusan
a. Profil Farmasi
b. Info Eksekutif

Pemangku Kepentingan yang terlibat antara lain :

  1. Bupati Kulon Progo
  2. Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo
  3. Kepala Bidang Aset BKAD Kabupaten Kulon Progo
  4. Kepala Bidang Aplikasi Teknologi Informatika Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo
  5. Pranata Komputer Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo
  6. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo
  7. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo
  8. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo
  9. Kepala Seksi Farmasi, Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo
  10. Kepala Puskesmas se Kabupaten Kulon Progo

Rapat Koordinasi Bapak Sekda KP, Diskominfo, BKAD, Bappeda, Dinas Kesehatan, Pengelola Obat Puskesmas (Tim AOC)

 

Sumber Daya Kegiatan antara lain :

1. Man

a. Tim Penyusunan Aplikasi Sistem Informasi Manejemen Obat Di Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kabupaten Kulon Progo (SIMOKU) dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Nomor 188.4/277 Tahun 2017.
b. Seluruh Pengelola Obat Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo.

2. Money

Dalam pembuatan aplikasi SIMOKU tidak ada biaya yang dikeluarkan. Kegiatan tersebut sudah menjadi komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dan seluruh Pengelola Obat Puskesmas dan GFK. Dana yang dikeluarkan hanya sebatas untuk konsumsi rapat koordinasi dari dana APBD seksi Farmakmin Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Biaya listrik dan jaringan internet menjadi beban biaya operasional instansi masing-masing.

3. Methode

Koordinasi melalui rapat koordinasi baik tatap muka maupun via media sosial (aplikasi Whats App).

4. Material

a. Data
• Data terkait kegiatan pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai.
• Data terkait kegiatan pelayanan farmasi klinik.
• Data terkait kegiatan pelaporan asset Obat dan Bahan Medis Habis Pakai.
b. Pedoman
• Peraturan Menteri Kesehatan No.74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.
• Pedoman Pengelolaan Obat Publik yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Depkes RI.
• Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Depkes RI.
• Permenkes No.46 Tahun 2015, tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi.
• Peraturan Bupati Kulon Progo No. 62 Tahun 2017 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah Kulon Progo.

5. Machine

Peralatan yang digunakan yaitu perangkat komputer, laptop, maupun handphone melalui browser yang terhubung dengan jaringan internet.

Aplikasi SIMOKU sudah digunakan di IFK Kulon Progo dan seluruh Puskesmas di Kabupaten Kulon Progo. Aplikasi SIMOKU bukan suatu project melainkan suatu program berkelanjutan yang dapat dikembangkan luas. Rencana pengembangan aplikasi SIMOKU salah satunya adalah aplikasi Pengingat Minum Obat

E. Kajian Inovasi SIMOKU

Model pencatatan dan pelaporan secara manual tidak menjamin keakuratan data dan informasi obat bahkan sampai nilai rupiahnya. Data pada setiap kegiatan saling berkaitan, menjadi tidak efektif dan efisien bila data tersebut tidak dapat diolah dan diintegrasikan secara otomatis. Cara semi komputerise dengan bantuan Microsoft Office Excel pun hanya bisa membantu dalam proses penghitungan dan link data untuk laporan, sedangkan pengolahan - pengolahan data menjadi berbagai macam informasi dalam kegiatan pelayanan kefarmasian yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian tidak dapat dilakukan secara otomatis.
Dengan aplikasi SIMOKU, pengelola obat dapat bekerja secara sistematis, efektif, efisien, sesuai SOP dan mengacu pada pedoman yang ditentukan. Pelaksanaan SOP sesuai standar akreditasi mendukung upaya peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien. Implementasi SIMOKU juga mewujudkan SDM berkualitas kerja yang lebih baik. Pengelola Obat bertugas melakukan transaksi. Dari laporan - laporan yang ada di dalam SIMOKU, Pengelola Obat melakukan kajian atau analisis untuk membuat usulan/evaluasi tentang RKO atau distribusi obat. Pekerjaan inilah yang berkualitas. Bukan pekerjaan membuat laporan.
Dengan aplikasi SIMOKU yang digunakan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Kulon Progo dan Instalasi Farmasi Kabupaten Kulon Progo, maka pengelolaan obat di semua Puskesmas mempunyai standar yang sama. Semua transaksi dijalankan dengan aplikasi. Pengelola Obat sebagai operator. Keseragaman tercipta mulai dari kegiatan yang dilakukan, cara melakukan kegiatan, hingga hasil dari kegiatan yaitu laporan - laporan kefarmasian. Keseragaman ini tentu saja memberikan manfaat bagi pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Kabupaten. Keseragaman juga berdampak positif bagi budaya kerja, hubungan kerja sama, semangat kerja, rasa kebersamaan dan kekompakan di antara pengelola obat Puskesmas se Kabupaten Kulon Progo dan antara pengelola obat Puskesmas dengan pengelola obat IFK.
SIMOKU menghasilkan informasi yang tepat, akurat, relevan dan akuntable yang dapat mendukung program - program kesehatan dan meningkatkan upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sebagai contoh, dari Riwayat Pengobatan bisa diketahui tanggal berobat pasien beserta info terapi yang diberikan dan info kefarmasian lainnya sehingga bisa didapatkan info ketertiban berobat pasien di mana info ini bermanfaat bagi program penyakit tertentu. Hal ini dapat mendukung pencapaian SPM dan dapat bersinergi dengan program PISPK.
Telah banyak Kabupaten yang menggunakan SIM dalam kegiatan pelayanan kefarmasian. Namun SIM tersebut lebih banyak mengakomodir kegiatan pengelolaan obat saja. Aplikasi SIMOKU hadir, sebagai aplikasi 1 pintu bagi pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Semua kegiatan pelayanan kefarmasian dapat dilakukan dengan SIMOKU. Monitoring dan evaluasi yang sering terlewatkan karena keterbatasan SDM dan sarpras kini menjadi kegiatan yang mudah dilaksanakan. Pengelola obat tidak perlu lagi mengumpulkan data karena data telah diolah secara otomatis oleh SIMOKU. Analisa dan penentuan tindak lanjut atas hasil monev dapat dilakukan dengan segera. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian.
Dengan terintegrasinya data - data obat dalam satu database di tingkat Kabupaten, hal ini memungkinkan pengambil kebijakan dapat memonitor dan mengevaluasi ketersediaan obat di Kabupaten Kulon Progo secara real time dengan akurat. Sehingga dalam situasi tertentu dapat diambil keputusan yang cepat, tepat dan akurat. Dalam hal ini SIMOKU berperan sebagai Decission Support System (DSS).
Banyaknya manfaat dan dampak positif dalam berbagai bidang, menunjukkan bahwa aplikasi SIMOKU ini merupakan sebuah inovasi berbasis teknologi informasi di bidang kefarmasian yang layak diimplementasikan dan dikembangkan untuk lebih mendayagunakan potensinya bagi peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian yang mendukung upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Oktaviana Rohjatmi, A.Md. Farm.

Asisten Apoteker Pelaksana Puskesmas Panjatan I.

Kirim | Versi Cetak


"Artikel" Lainnya

   Sistem Informasi       

   Persuratan       

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS