Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Feb 2019 »
M S S R K J S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 1 2
3 4 5 6 7 8 9

   Statistik Situs       

Visitors :2189492 Org
Hits : 4781895 hits
Month : 4467 Users
Today : 519 Users
Online : 22 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   PROFIL KESEHATAN       

   ADDME-SEO       

Pelatihan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)

Kamis, 7 Februari 2019 14:58:02 - oleh : admindinkes10

Air merupakan kebutuhan pokok setiap manusia,  sehingga perlu dijaga kuantitas, kualitas, kontinyuitas, dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.  Sebagian masyarakat kita masih mengadalkan sumber air yang dipakai secara bersama (komunal) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara kuantitas, kontinyuitas dan akses masih terpenuhi, namun secara kualitas belum sesuai standar yang diamanatkan dalam Keputusan  Menteri Kesehatan nomor 416 tahun 1990 tentang Kualitas air bersih dan Peraturan Menteri Kesehatan Nonor 492  tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum, sehingga diperlukan upaya agar air yang dikonsumsi masyarakat terjaga kualitasnya.

 

RPAM merupakan salah satu upaya untuk menjaga kualitas air minum dengan mengedepankan managemen   resiko  mulai dari hulu sampai hilir, melalui peran aktif dari masyarakat, pengelola air , dan instansi terkait., secara terus menerus dan berkesinanmbungan.

 

Sebagian masyarakat di Kabupaten Kulon Progo masih mengandalkan sumber air yang digunakan secara bersama – sama dan di kelola oleh Kelompok Pemakai Air (Pokmair / BP SPAM). Jumlah Pokmair / BPSPAM ada 150 kelompok. Rata – rata jumlah jumlah pelanggan mencapai  sekitar  25 KK bahkan ada yang mencapai 150 pelanggan. Secara kuantitas, kontinyuitas, dan keterjanggkauan sudah terpenuhi, namun secara kualitas airnya belum memenuhi standard yang diharapkan, serta belum ada upaya pengamanan air minum secara berkelanutan dan  berkesinambungan. Dari hasil pemeriksaan sampel air yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan pada tahun 2018 terhadap sumber air yang dikelola oleh masyarakat secara komunal (BPSAM/PAMDES) diperoleh hasil  baru 6,4 % sampel memenuhi syarat bakteriologis.  Kondisi ini jika dibiarkan akan berdampak pada menurunnya derajat kesehatan masyarakat, yang pada akhirnya kualitas hidup masyarakat juga akan menurun.

 

Pada Tanggal 6-7 Februari, Dinas Kesehatan Kulon Progo melakukan pelatihan Rencana Pengamanan Air minum (RPAM) yang mengikutsertakan 25 peserta dari Pokmair / BPSPAM di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Pelatihan ini bertempat di Aula Dokter Susilo Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo di Jl Tentara Pelajar, Wates, Kulon Progo.

 

Tujuan dari pelatihan ini adalah agar peserta memahami konsep RPAM komunal dan setelah mengikuti materi ini peserta diharapkan mampu melakukan pemetaan system penyediaan air minum, melakukan identifikasi bahaya, kejadian bahaya, resiko dan tindakan pencegahan, melakukan monitoring dan pengendalian, melakukan pendokumentasian kegiatan.

 

 

Kegiatan pelatihan terdiri dari paparan materi tentang RPAM dan diskusi serta dilanjutkan dengan prektek lapangan. Materi yang diberikan tentang Kebijakan Pengantar RPAM, Pemetaan system penyediaan air minum  (teori dan praktek), Identifikasi bahaya, kejadian bahaya, resiko dan tindakan pencegahan (teori dan praktik), Monitoring dan pengendalian, Pendokumentasian kegiatan.

Kirim | Versi Cetak


"Berita" Lainnya

   Sistem Informasi       

   Persuratan       

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS