Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Oct 2018 »
M S S R K J S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10

   Statistik Situs       

Visitors :2055736 Org
Hits : 4557153 hits
Month : 4924 Users
Today : 323 Users
Online : 6 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

Pengembangan Public Safety Center (PSC) 119 di Kulon Progo

Jum`at, 18 Mei 2018 10:39:30 - oleh : admindinkes10

Wilayah Kabupaten Kulonprogo merupakan daerah yang mempunyai potensi kebencanaan. Keadaaan geografis yang terdiri dari pegunungan menoreh, dataran tinggi dan rendah mempunyai potensi yang tingi terjadinya bencana. Tanah longsor dan banjir menjadi situasi yang rutin dari tahun ke tahun. Selain daripada itu banyaknya frekuensi kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama ini karena dilalui jalan nasional III yang menghubungkan antar propinsi menjadikan kabupaten Kulon Progo wilayah yang komplek terhadap resiko bencana. Sebagai daerah dengan perkembangan yang pesat, Kulon Progo juga harus bersiap menghadapi tantangan gangguan kesehatan yang muncul karena dampak Pembangunan. Rencana pembangunan Bandara internasional NYIA di Kecamatan temon dan Infrastruktur penunjang di semua wilayah kecamatan akan membawa dampak positif secara ekonomi dan kesehatan, akan tetapi dampak negatif akan selalu mengikuti karena adanya efek peningkatan jumlah bangunan, gedung gedung, sarana transportasi dan eksploitasi wilayah sebagai penyebaran wilayah kota dan wilayah wisata serta penunjangnya.
Hal ini harus mendapatkan perhatian secara serius dan berkesinambungan guna mengantisipasi terjadinya resiko kesakitan dan kematian akibat bencana alam, kebakaran, kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas. Keadaan yang demikian menjadikan kulonprogo harus siap siaga dalam mengantisipasi dan kesiapan penanggulangan yang timbul dalam bidang kesehatan
Menyikapi semua itu , maka perlu dilakukan berbagai upaya :
1. Membuat TIM kegawatdaruratan terpadu bidang kesehatan tingkat kabupaten dengan menerbitkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan
2. Membuat sebuah pedoman berupa dokumen perencanaan penanggulangan bencana khususnya bidang kesehatan dengan mengadakan Workshop antar lintas Program dan lintas sektor
3. Memberikan sosialisasi dan Pelatihan ketrampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi masyarakat dengan narasumber dari Pusbankes 118, PMI dan Dinas Kesehatan secara kontinyu dan rutin setiap tahun
4. Membuat Public Safety Center (PSC) 119 sebagai pusat komunikasi dan tim reaksi cepat pertolongan pertama pada kasus krisis kesehatan akibat bencana, kecelakaan kerja, kebakaran dan kecelakaan lalu lintas dengan bekerja sama dengan tempat layanan kesehatan darurat yang sesuai (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit Swasta dan Pemerintah) secara bertahap sampai 2020
5. Membentuk tim reaksi cepat bencana dan kegawatdaruratan tingkat puskesmas
6. Pembinaan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standart
7. Bekerjasama dengan PMI Kulon Progo dalam setiap kegiatan PPPK mengantisipasi kasus yang dapat mengakibatkan kesakitan dan korban jiwa
PSC 119 merupakan pusat komunikasi dan tim reaksi cepat pertolongan pertama pada kasus krisis kesehatan akibat bencana, kecelakaan kerja dan kebakaran dan kecelakaan lalu lintas dengan bekerja sama dengan tempat pelayanan kesehatan darurat yang sesuai secara bertahap. Guna memberikan layanan yang cepat dan tepat dalam waktu terbatasmembutuhkan sarana mobilitas yang cepat dan lengkap, yang bisa digunakan sebagai alat trasnportasi dan evakuasi dalam rangka pertolongan pertama di tempat kejadian sebelum bisa ditangani petugas medis atau fasyankes.
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2016 adalah suatu mekanisme pelayanan korban/pasien gawat darurat yang terintegrasi dan berbasis Call Center dengan menggunakan kode akses telekomunikasi 119 dengan melibatkan masyarakat. SPGDT mempunyai tujuan yaitu : meningkatkan akses & mutu pelayanan kegawatdaruratan, serta mempercepat waktu penanganan (response time) & menurunkan angka kematian dan kecacatan. Dalam mencapai tujuan tersebut menggunakan layanan yang terpadu dan terintegrasi berbasis call center 119 berada dibawah koodinasi Pusat Komando Nasional (NCC : National Command Center) yang berada di bawah Kementerian Kesehatan, yang mana membuat jejaring layanan PSC (Public Safety Center) di tiap-tiap Kabupaten/Kota.
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan, yang mana pada pilar ke V yaitu Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan yang dikoordinatori oleh Menteri Kesehatan yang bertanggungjawab untuk meningkatkan penanganan pra kecelakaan (meliputi promosi dan peningkatan kesehatan pengemudi pada keadaan/situasi khusus) serta bertanggungjawab meningkatkan Penanganan pasca kecelakaan dengan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu. Dengan rencana aksi berupa dibentuknya SPGDT di tiap Kabupaten/Kota dan keluaran berupa tersedianya 1 pusat layanan informasi cepat (Hotline Service Center) 119 beserta SDM yang terlatih dalam penanggulangan penderita gawat darurat.
Dalam rangka penguatan fungsi SPGDT di Kabupaten Kulon Progo, diperlukan ambulan gawat darurat bagi PSC 119 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2016, bahwa pemerintah Kabupaten kota harus memiliki prasarana yang berfungsi menunjang SPGDT salah satu diantaranya adalah kendaraan ambulan gawat darurat. Keberadaan Ambulan gawat darurat menjadi kebutuhan mengingat pada instansi pemerintahan diluar RSUD, seperti puskesmas dan dinas kesehatan, belum memiliki armada ambulan gawat darurat.
Kebutuhan ambulan gawat darurat ini kami ajukan selain merupakan sebagai kebutuhan mendasar pada pelayanan kegawatdaruratan pre hospital (SPGDT) PSC 119, juga sebagai standar sarana prasarana pemerintah bidang kesehatan mengingat kondisi demografi Kabupaten Kulon Progo, dimana karakter wilayahnya mempunyai potensi ancaman kegawatdaruratan bencana alam (banjir, tanah longsor, gempa bumi dan epidemi penyakit). Dengan adanya PSC 119 ini dapat melakukan penaganan/evakuasi korban dengan cepat dan sesuai dengan kasus kegawatdaruratan yang ditangani di wilayah Kulob Progo dan sekitarnya. Kendaraan ambulan gawat darurat tersebut diperuntukkan dalam mendukung SPGDT di Kulon Progo untuk menyediakan pelayanan dalam kondisi gawat darurat agar meningkatkan akses & mutu pelayanan kegawatdaruratan, serta mempercepat waktu penanganan (response time) & menurunkan angka kematian dan kecacatan

Kirim | Versi Cetak


"Berita" Lainnya

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN