Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Nov 2017 »
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9

   Statistik Situs       

Visitors :1817793 Org
Hits : 4046552 hits
Month : 5538 Users
Today : 262 Users
Online : 8 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

WORKSHOP PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN DI KULON PROGO

Kamis, 31 Agustus 2017 14:06:07 - oleh : Dewi Ratna

WORKSHOP PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN
DI KULON PROGO

      Penyediaan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dan merata merupakan salah satu komponen dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Guna memenuhi hal tersebut, Pemerintah dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas perencanaan, pengadaan, pengaturan dan pendayagunaan SDM Kesehatan. Perencanaan kebutuhan SDMK dilakukan melalui perhitungan kebutuhan yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan di kabupaten/kota, provinsi dan ditabulasi di tingkat nasional untuk memperoleh dokumen perencanaan SDMK secara menyeluruh dan terintegrasi. Artinya, perencanaan SDMK disusun berdasarkan pada kebutuhan wilayah masing-masing (bottom up). Perencanaan sebagai tahap awal pemenuhan SDM Kesehatan dimaksudkan untuk memperoleh gambaran jumlah, jenis, dan kualifikasi tenaga yang tepat di fasilitas pelayanan kesehatan untuk menghasilkan kinerja pelayanan kesehatan yang optimal.
      Dalam rangka penyusunan perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan di Kabupaten Kulon Progo Dinas Kesehatan melaksanakan Workshop Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan pada tanggal 29-30 Agustus 2017 di Aula Puskesmas Pengasih II. Maksud dan tujuan workshop adalah mensosialisasikan Kebijakan dan Aplikasi Perencanaan SDM Kesehatan serta melakukan penghitungan kebutuhan SDM Kesehatan secara online. Nara sumber berasal dari Dinas Kesehatan Kulon Progo, BKPP Kulon Progo, Bagian Organisasi, dan Dinas Kesehatan DIY dengan peserta meliputi seluruh Sub Bag/Seksi di Dinkes, RSUD Wates, RSUD NAS, dan UPTD Labkes/Jamkes.
      Pertemuan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, dr. Bambang Haryatno, M.Kes., dilanjutkan dengan paparan materi Kebijakan Perencanaan SDM Kesehatan di Kulon Progo. Dalam sambutannya dr. Bambang menyampaikan dengan adanya aturan baru terkait Aparatur Sipil Negara, Daerah agar menyesuaiakan jabatan pelaksana bagi PNS dengan nomenklatur baru sehingga match dengan aturan Pusat. Dr. Bambang juga menyampaikan pengarahan agar peserta mengikuti workshop dengan sebaik-baiknya dan menanyakan dengan sejelas-jelasnya terkait materi yang disampaikan nara sumber serta segera menyelesaikan penyusunan perencanaan kebutuhan SDMK sehingga apabila dibutuhkan sewaktu-waktu sudah siap. Terkait Kebijakan Perencanaan Kebutuhan SDMK, antara lain disampaikan tentang Visi PPSDMK dalam pengembangan tenaga kesehatan yaitu "seluruh penduduk memperoleh akses terhadap tenaga kesehatan yang berkualitas" dan 3 isu strategis SDMK yaitu jumlah dan jenis SDMK belum sesuai kebutuhan, mutu belum memadai, dan distribusi yang belum merata.

 

      Acara dilanjutkan dengan paparan 3 materi secara panel oleh Bapak Suryantoro, SIP., MA. dari BKPP, Bapak Sarji, SIP., MAP. dari Bagian Organisasi Setda Kulon Progo dan Bapak Joko Budi Santosa, SKM., M.Kes. dari Dinas Kesehatan Kulon Progo dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Aparatur Sipil Negara yang telah diatur dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 sudah ditindaklanjuti dengan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan masih menyisakan PR berupa RPP Kinerja dan Disiplin, Penggajian dan Tunjangan, Jaminan Pensiun dan Hari Tua, serta RPP Korps Profesi ASN. Terkait Manajemen PNS antara lain disampaikan tentang Sistem Karir dalam Jabatan ASN. Suryantoro juga menyampaikan gambaran ASN di Kulon Progo dan di Dinas Kesehatan serta upaya pemenuhannya. Dari Bagian Organisasi, Bp. Sarji menyampaikan tentang Tahapan Penyusunan Formasi Pegawai mencakup analisis kelembagaan, analisis jabatan, analisis beban kerja dan analisis kebutuhan pegawai. Analisis beban kerja disampaikan dengan lebih rinci dalam sesi ini. Paparan dilanjutkan oleh Bp. Joko tentang Metode Perhitungan Kebutuhan SDMK berdasarkan PMK Nomor 33 Tahun 2015 melalui 6 langkah Analisis beban Kerja SDMK. Analisis beban kerja dapat dilakukan dengan pendekatan hasil kerja, obyek kerja, peralatan kerja, dan norma waktu. Diskusi menarik dari peserta workshop terkait penyusunan ABK karena perbedaan antara surat perintah dan SK yang diterima PNS serta perbedaan riil pelaksanaan tugas dengan uraian tugas pada aturan yang berlaku. Tindak lanjut atas permasalahan ini agar dilakukan inventarisasi uraian tugas yang telah sesuai dan uraian tugas yang menjadi kewenangan bidang/seksi lain serta tugas yang belum tercakup dalam aturan sebagai bahan perbaikan ke depan.
      Pertemuan hari kedua adalah paparan materi dari Dinas Kesehatan DIY tentang Kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Uji Kompetensi bagi Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan. Rahmad D.S., SKM, MH. menyampaikan bahwa kebijakan RPL merupakan upaya pemerintah dalam percepatan pendidikan tenaga kesehatan sedangkan uji kompetensi merupakan upaya untuk peningkatan kompetensi tenaga kesehatan sehingga dapat melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku. Pada akhir sesi dilakukan Praktik Penggunaan Aplikasi Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan dimana peserta melakukan perhitungan ABK dan melakukan entry langsung ke dalam aplikasi Metode ABK Kesehatan melalui website pusrengun.info yang dipandu langsung oleh fasilitator propinsi. Sebagai Rencana Tindak Lanjut Kegiatan Workshop setiap Sub Bag./Seksi di Dinas Kesehatan, RSUD, dan UPTD berkomitmen menyelesaikan entry data uraian tugas, norma waktu dan capaian dalam 1 tahun paling lambat tanggal 8 September 2017. (dewi ratna)

Kirim | Versi Cetak


"Artikel" Lainnya

   Sistem Informasi       

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN