Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Oct 2017 »
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11

   Statistik Situs       

Visitors :1773107 Org
Hits : 3938725 hits
Month : 5517 Users
Today : 386 Users
Online : 11 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

Monev Pelaksanaan BOK di Puskesmas Triwulan II Tahun 2017

Senin, 31 Juli 2017 13:01:18 - oleh : Dewi Ratna

Kepala Puskesmas dan Pengelola BOK Puskesmas mengikuti Monev BOK

 

       Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan bantuan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah untuk mendukung operasional puskesmas dalam rangka pencapaian program kesehatan prioritas nasional, khususnya kegiatan promotif preventif sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat. BOK diarahkan untuk mendekatkan petugas kesehatan kepada masyarakat dan memberdayakan masyarakat melalui mobilisasi kader kesehatan untuk berperan aktif dalam pembangunan kesehatan. Dana BOK puskesmas dapat digunakan untuk kegiatan yang diselenggarakan puskesmas baik upaya kesehatan masyarakat esensial maupun pengembangan termasuk pemenuhan kebutuhan pendukung kegiatan, pemberdayaan masyarakat, kerjasama lintas sektoral dan manajemen puskesmas serta dapat digunakan untuk mewujudkan Desa STBM di wilayah puskesmas. Untuk mewujudkan keluarga sehat maka berbagai kegiatan di puskesmas dilaksanakan melalui strategi pendekatan keluarga dengan kegiatan luar gedung (kunjungan rumah) pada keluarga dan UKBM untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang dihadapi oleh keluarga.
       Dalam rangka monitoring dan evaluasi Kegiatan BOK di Puskesmas serta pembinaan administrasi tata kelola keuangan puskesmas, Tim Pengelola BOK Dinas Kesehatan menyelenggarakan Pertemuan Monitoring Evaluasi BOK di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo. Pertemuan dimaksudkan untuk menggali permasalaha terkait pelaksanaan BOK di Puskesmas dan mencari solusi atas permasalahan yang ada untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan.
       Pertemuan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bambang Haryatno, M.Kes., dan dihadiri oleh seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kulon Progo serta Pengelola BOK Puskesmas dan Dinas. Dalam arahannya dr. Bambang menyampaikan agar pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan jadwal/perencanaan yang telah ditetapkan dengan harapan agar serapan anggaran dan fisik kegiatan tidak selalu rangking terbawah mengingat sejak Tahun 2016 yang merupakan Dana DAK  Non Fisik menggunakan mekanisme APBD. Berdasar sidak ke Puskesmas, dr. Bambang menyampaikan apresiasi untuk Puskesmas Samigaluh I yang telah melakukan banyak perubahan dimana Kepala Puskesmas dapat menggerakkan seluruh unsur Puskesmas sehingga hasilnya bagus. Hal ini perlu dijadikan contoh bagi puskesmas lain sehingga puskesmas mempunyai sesuatu yang berbeda di mata masyarakat. Terkait sinkronisasi RPJMN-RPJMD, berdasar rapat dengan Bupati, dr. Bambang juga menyampaikan bahwa indikator sasaran SKPD ditarik menjadi sasaran daerah dengan 2 indikator sasaran SKPD yaitu Indeks Keluarga Sehat (IKS) dan cakupan fasilitas kesehatan terakreditasi. Kegiatan kesehatan selama ini sudah sesuai dengan indikator sasaran daerah dan selaras dengan indikator nasional. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas memberi kontribusi positif dalam pencapaian target sasaran. Kedepan, perencanaan kegiatan puskesmas agar lebih dipertajam dalam menyokong indikator daerah dan indikator nasional.
       Evaluasi dipimpin oleh drg. Hunik Rimawati, M.Kes. selaku Penanggung Jawab Kegiatan BOK Tahun 2017 yang dimulai dengan pemaparan capaian keuangan BOK Tahun 2017. Realisasi keuangan BOK Kabupaten sampai dengan Triwulan II Tahun 2017 sebesar Rp. 3860,442,209,00 atau sebesar 35,35% dari total anggaran sebesar Rp. 10.923.112.000,00. Realisasi BOK di Puskesmas sebesar Rp. 3.308.263.282,00 (41,26%) dari total anggaran BOK Puskesmas sebesar RP. 8.018.805.600,00. Puskesmas dengan realisasi keuangan terbesar adalah Puskesmas Kalibawang, Galur II, dan Puskesmas Sentolo I. Permasalahan di Dinas Kesehatan terkait pelaksanaan BOK di puskesmas antara lain masih rendahnya realisasi keuangan dibandingkan target anggaran kas yang disebabkan karena pelaksanaan kegiatan baru dapat dimulai pada Bulan Maret 2017, keterlambatan administrasi keuangan, dan masih terdapat dokumen pertanggungjawaban keuangan yang kurang lengkap.
       Acara dilanjutkan dengan diskusi terkait pelaksanaan kegiatan BOK di puskesmas untuk menggali permasalahan di masing-masing puskesmas. Beberapa puskesmas sudah melaksanakan kegiatan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) yang disusun namun alokasi keuangan sampai dengan Juni memang relatif kecil. Ke depan puskesmas akan melakukan perencanaan secara lebih proporsional. Terkait keterlambatan administrasi keuangan Kepala Puskesmas dan Pengelola BOK Puskesmas sudah selalu mengingatkan secara lisan namun belum disusun SOP tentang ketepatan pertanggungjawaban keuangan. Terkait hal ini, puskesmas agar menyusun SOP tentang laporan pertanggungjawaban kegiatan di puskesmas. Selain itu ada beberapa kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan karena adanya penataan SDM di puskesmas dan ada sebagaian SDM pelaksana mengikuti pelatihan. Hal positif berkenaan dengan sudah cukup tingginya realisasi keuangan di Puskesmas Kalibawang adalah masuknya kriteria pelaporan dan kinerja personil puskesmas termasuk dalam penyusunan pertanggungjawaban kegiatan baik dari sisi ketepatan maupun kualitas pelaporan dalam sistem penilaian kinerja pegawai yang menjadi perhitungan dalam pengalokasian jasa pelayanan dan adanya Tim Verifikator di Puskesmas. Sedang di Puskesmas Galur II tingginya penyerapan karena perencanaan telah disusun secara proporsional dan tidak "njendhol" di belakang. Puskesmas diharapakan agar mengirim SPJ ke Dinas sesuai kesepakatan sebelum tanggal 20 dan melakukan pengiriman 2-3 kali dalam sebulan agar aliran kas dapat berjalan lebih lancar. (dewi ratna)

Kirim | Versi Cetak


"Berita" Lainnya

   Sistem Informasi       

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN