Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Dec 2017 »
M S S R K J S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

   Statistik Situs       

Visitors :1839835 Org
Hits : 4106172 hits
Month : 5023 Users
Today : 255 Users
Online : 2 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

Puskesmas Panjatan II Selenggarakan Pelayanan Kesehatan Tradisional Akupressure

Minggu, 14 Mei 2017 20:11:28 - oleh : admindinkes10

 

A. Pendahuluan
Upaya kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatife yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tradisional merupakan salah satu dari kegiatan penyelenggaraan upaya kesehatan di Indonesia.
Dalam Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pada pasal 59 dinyatakan bahwa pelayanan kesehatan tradisional terbagi menjadi pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan ketrampilan dan yang menggunakan ramuan. Pelayanan kesehatan tradisional dibina dan diawasi oleh pemerintah agar dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamannannya, serta tidak bertentangan dengan norma agama. Di sisi lain pada pasal 61 dinyatakan bahwa masyarakat diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan, meningkatkan dan menggunakan pelayanan kesehatan tradisional yang dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya. Akupressure merupakan salah satu bentuk pelayanan tradisional ketrampilan,
B. Latar Belakang
Pelayanan kesehatan tradisional merupakan warisan budaya bangsa yang selama ini tumbuh dan berkembang serta terpelihara secara turun temurun di kalangan masyarakat, digunakan sejak dahulu sampai kini dengan kecenderungan yang terus meningkat. Komitmen Asean dalam "Declaration of the 7th Asean Health Ministers" 22 April 2004 di Penang Malaysia, menghendaki integrasi pelayanan kesehatan tradisional ke dalam sistem pelayanan kesehatan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan dasar. Salah satu jenis pelayanan kesehatan tradisional jenis ketrampilan yang banyak berkembang di masyarakat adalah pijat. Pijat telah dikenal oleh masyarakat sejak dahulu kala sebagai bagian dan upaya untuk membuat mereka lebih sehat dan telah memberi andil yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan. Jenis pijat yang berkembang saat ini adalah akupressure.
Puskesmas yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan menyelenggarakan upaya kesehatan tingkat pertama, termasuk pelayanan kesehatan tradisional. Pelayanan akupresure merupakan salah satu cara pengobatan pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan ketrampilan.
Masyarakat diperankan sebagai sasaran kegiatan, target perubahan, agen pengubah sekaligus sebagai sumber daya dengan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan akupressure.
Saat ini, peran fasilitas pelayanan kesehatan primer belum optimal dalam pelayanan acupressure, karena masih berorientasi terhadap pengobatan konvensional.
GERMAS merupakan gerakan masyarakat hidup sehat yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat, dimulai dari keluarga.
Berdasarkan hasil rekapitulasi data sepuluh besar penyakit UPTD Puskesmas Panjatan II tahun 2016, myalgia menempati posisi kedua setelah common cold. Akupressure bisa menjadi alternative pengobatan tanpa menggunakan obat konvensional. Harapannya, pasien myalgia bisa relaksasi tanpa menggunakan analgetik dan antipiretik. Sehingga tujuan jangka panjang adalah secara perlahan menghilangkan kebiasaan minum obat konvensional untuk mengurangi rasa nyeri.

C. Tujuan
1. Tujuan umum
Terlaksananyapelayanan kesehatan tradisional baik di dalam gedung maupun di luar gedung, baik pelayanan kepada individu maupun kelompok.
2. Tujuan khusus
a. Terlaksananya pelayanan akupressure
b. Terlaksananya pembinaan HATRA
c. Terlaksananya pencatatan, pelaporan, monitoring serta evaluasi yang baik.

D. Kegiatan Pokok Dan Rincian Kegiatan
1. Pelayanan Akupressure
2. Akupressure kelompok DM, HT, senam sehati, Posbindu.
3. Pendataan dan pembinaan HATRA

E. Cara Melakukan Kegiatan
1. Pelayanan rutin di poli Akupressure
2. Mengintergrasi terhadap kegiatan masyarakat yang sudah aktif dan secara rutin berkumpul/berkelompok seperti kelompok DM, HT, senam sehati, posbindu.
3. Melakukan pendataan dan pembinaan HATRA

F. Sasaran
1. Sasaran utama
Merupakan sasaran penerima langsung manfaat pelayanan yang diberikan baik individu, kelompok, maupun masyarakat.
2. Sasaran antara
Merupakan sasaran individu/kelompok masyarakat yang dapat berperan sebagai agen perubahan dalam mencari alternatife pengobatan. Sasaran antara tersebut adalah petugas kesehatan,kader kesehatan, dan tokoh panutan masyarakat, yang peduli terhadap pelayanan kesehatan tradisional akupressure.
3. Sasaran penunjang
Merupakan sasaran individu, kelompok/organisasi/lembaga masyarakat dan profesi, lembaga pendidikan dan lembaga pemerintah yang berperan memberi dukungan baik dukungan kebijakan, teknologi dan ilmu pengetahuan, material maupun dana untuk terlaksananya pelayanan kesehatan tradisional akupressure. Mereka antara lain pimpinan daerah/wilayah, perusahaan. Lembaga pendidikan, organisasi profesi, penyandang dana.H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dan Pelaporan
Pemegang program Yankestrad Puskesmas membuat laporan kegiatan 1 bulan 1 kali. Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Yankestrad Puskesmas dilakukan oleh PJ UKP Puskesmas setiap satu bulan sekali dan dipaparkan pada saat Lokmin sebagai monitoring Kepala Puskesmas.

I. Pencatatan, Pelaporan Dan Evaluasi Kegiatan
Pencatatan dilakukan setiap kali melakukan kegiatan Yankestrad Puskesmas meliputi bukti-bukti kegiatan dan hasil yang dilakukan.
Pelaporan kegiatan berupa laporan tertulis yang disahkan oleh kepala puskesmas dan dipergunakan sesuai keperluannya. Satu berkas laporan didokumentasikan sebagai arsip kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membuat profil tahunan dan dibuat pada awal tahun berikutnya.

 

Kirim | Versi Cetak


"Berita" Lainnya

   Sistem Informasi       

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN