Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Oct 2017 »
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11

   Statistik Situs       

Visitors :1773120 Org
Hits : 3938780 hits
Month : 5517 Users
Today : 386 Users
Online : 12 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

Ayo Makan Buah dan Sayur Setiap Hari, Kilas Balik HGN

Kamis, 13 April 2017 09:03:17 - oleh : admindinkes10

Oleh: Nurul Laily Hidayati

 

       Indonesia kembali memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) yang ke-57, yang diperingati pada setiap tanggal 15 Januari. Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh LMR pada pertengahan tahun 1960-an, kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi pada tahun 1970-an hingga sekarang. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan pada tanggal 26 Januari 1951. Sejak saat itu, pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Di kemudian hari disepakati bahwa hari gizi nasional ditetapkan menjadi tanggal 25 Januari.

       Pentingnya gizi dalam kehidupan sudah diperkenalkan oleh Bapak Gizi Indonesia almarhum Prof. Poorwo Soedarmo sejak awal kemerdekaan. Persoalan gizi buruk di Indonesia masih menjadi masalah yang harus ditangani serius oleh pemerintah. Masalah gizi yang sedang dialami Indonesia bukan disebabkan oleh kurangnya produksi bahan dasar pangan suatu daerah. Persoalan utama justru terletak pada faktor perilaku masyarakat dalam konteks memilih, megolah, dan menyajikan makanan.
       Puncak peringatan dilaksanakan melalui penyelenggaraan Workshop Nasional dengan mengambil tema Peningkatan Konsumsi Sayur dan Buah Nusantara Menuju Masyarakat Hidup Sehat sebagai bentuk dukungan Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Pilar pertama program Indonesia Sehat adalah upaya mengubah pola pikir masyarakat agar memiliki paradigm sehat. Penerapan paradigma sehat dilaksanakan melalui dua upaya, yakni melalui Pendekatan Keluarga dan karena sektor kesehatan tidak mampu bekerja sendiri, maka dilaksanakan pula upaya lintas sektor melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Tahun ini, GERMAS berfokus pada tiga aktifitas utama, yaitu: memeriksa kesehatan secara rutin, melakukan aktivitas fisik, dan mengkonsumsi sayur dan buah.
       Hasil penelitian riset kesehatan dasar (Riskesdas, 2010) menyatakan masih banyak penduduk yang tidak cukup mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Data (Riskesdas, 2013) menyebutkan sebanyak 93,5% penduduk usia > 10 tahun mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan di bawah anjuran. Padahal, konsumsi sayuran dan buah-buahan merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan Gizi Seimbang.
       Sumber vitamin, mineral dan serat pangan sebagian besar berasal dari sayuran dan buah-buahan. Berbeda dengan sayuran, buah-buahan juga menyediakan karbohidrat terutama berupa fruktosa dan glukosa. Sayur tertentu juga menyediakan karbohidrat, seperti wortel dan kentang sayur. Sementara buah tertentu juga menyediakan lemak tidak jenuh seperti buah alpukat dan buah merah. Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh.
       Setiap hari, dianjurkan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan untuk hidup sehat sejumlah 400 gram per orang yang terdiri dari 250 gram sayur (setara dengan 2 ½ porsi atau 2 ½ gelas sayur setelah dimasak dan ditiriskan) dan 150 gram buah, (setara dengan 3 buah pisang ambon ukuran sedang atau 1 ½ potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedang). Bagi masyarakat Indonesia terutama balita dan anak usia sekolah dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 gram per orang per hari dan bagi remaja dan orang dewasa sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah porsi sayur. Secara ringkas konsumsi gizi seimbang yang didalamnya memuat tentang porsi buah dan sayur dapat dilihat dalam gambar tumpeng gizi sebagi berikut:

 

 

Kirim | Versi Cetak


"Artikel" Lainnya

   Sistem Informasi       

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN