Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« Oct 2018 »
M S S R K J S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10

   Statistik Situs       

Visitors :2055728 Org
Hits : 4557071 hits
Month : 4926 Users
Today : 319 Users
Online : 11 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

Puskesmas Temon I Adakan Seminar Prolanis

Selasa, 23 Februari 2016 09:14:02 - oleh : admindinkes10

SEMINAR PROLANIS PUSKESMAS TEMON I
MENJARING PROBLEM LANSIA DENGAN TIPS SETAMAN

Oleh : Wakhidyah Kusumastuti, SKM


       Dengan meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) di Yogyakarta maka jumlah lansia `menjadi semakin banyak. Bila seseorang sudah lansia (lanjut usia), umumnya terjadi penurunan kualitas organ-organ tubuh. Hal ini dikenal dengan Hukum Satu Persen, yakni menurun satu persen setiap tahun setelah usia 30 tahun. Hal tersebut dikemukakan Staf Pengajar Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UGM dr Probosuseno, SpPD, K-Ger, FINASIM pada Seminar Prolanis yang diselenggarakan oleh Tim Prolanis Puskesmas Temon I, Kulon Progo DIY, Jumat, 19 Februari 2016 di Ruang Aula Puskesmas Temon I.

       Pada seminar yang dihadiri oleh anggota Prolanis Sekar Saliro dan karyawan Puskesmas Temon I, dr. Probosuseno juga menjelaskan problem akibat penurunan kualitas organ tubuh tersebut yang tersering terjadi pada lansia adalah tidak dapat bergerak, mudah jatuh, tidak terkendali buang air besar dan buang air kecil, pelupa higga pikun, mudah terkena infeksi, sembelit, kesepian (sampai depresi), kelebihan/kekurangan gizi, kekurangan uang (mata pencaharian), gangguan tubuh akibat obat, insomnia, daya tahan tubuh menurun, impotensi, dan penurunan penglihatan dan pendengaran.
       Dokter yang mempunyai 6 putra putri ini mengemukakan bahwa itu penyakit yang tersering dialami lansia adalah radang sendi, hipertensi, radang paru-paru, kencing manis, infeksi saluran kencing, kelebihan kolesterol/trigliserid, asam urat, stroke, sakit jantung koroner. Tampilan penyakit sering tidak jelas, bersifat endogen, tersembunyi, penyakitnya banyak dan lebih cepat memburuk, ungkap dr Probo yang juga Kepala Poliklinik Lanjut Usia (Geriatri) RSUP Dr Sardjito ini.
       Pesan Dr Probosusesno untuk lansia adalah dengan memberikan TIPS SETAMAN (sehat, senang, taqwa, terhormat, mandiri, manfaat) harus disiapkan latihan luar dalam ejak pra lansia (usia dini/muda) dengan membaca, menulis, lalu olahraga, senam otak, melakukan kegiatan seni, kemudian silaturahmi, banyak sedekah, dan jangan lupa selalu berdoa, berzikir dan ikhlas, penuhi gizi yang seimbang, atur pola makan," paparnya. Selanjutnya kiat agar jarang sakit adalah makan minum yang baik dan halal, olah raga yang cukup, menjaga lingkungan bersih dan indah serta istirahat yang cukup.
       Peserta seminar sangat antusias mengikuti kegiatan seminar ini karena dirasakan manfaatnya secara langsung sebagai bekal mereka agar sukses menghadapi masa tua yang sehat dan bahagia yaitu bangga dengan masa lalu, puas dengan masa kini, tidak cemas dengan masa depan, disayang dan dihormati sekitarnya.
       Kegiatan ini adalah rangkaian dari pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Temon I yang semakin hari anggota Prolanis semakin bertambah karena masyarakat sangat merasakan manfaat kegiatan prolanis ini, dimana tujuan kegiatan prolanis adalah mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal dengan indikator 75% peserta terdaftar yang berkunjung ke Faskes Tingkat Pertama memiliki hasil "baik" pada pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM Tipe 2 dan Hipertensi sesuai Panduan Klinis terkait sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit.

 

Kirim | Versi Cetak


"Berita" Lainnya

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN