Polling       

Jika anda sakit, kemana anda berobat ?

 

   Agenda Kegiatan       

« May 2018 »
M S S R K J S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9

   Statistik Situs       

Visitors :1931304 Org
Hits : 4331916 hits
Month : 4504 Users
Today : 322 Users
Online : 8 Users

   Login       


Username
Password

Register
Forgot Password

   GALERY       

   SPGDT - DIY       

   INFO BED RS       

   ADDME-SEO       

Antisipasi Merebaknya DBD, HAKLI Kulon Progo Adakan Bakti Sosial PSN

Sabtu, 13 Februari 2016 09:04:17 - oleh : admindinkes10

Ketua HAKLI Kulon Progo menunjukkan ke awak media bejana positif jentik.

 

       Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Cabang Kulon Progo melakukan bakti sosial pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayah RW 02 Kelurahan Wates kemarin pagi Jumat (12/02).
       Bakti sosial merupakan bentuk kepedulian atas merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kulon Progo akhir-akhir ini di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Sedang dipilihnya RW 02 Kelurahan Wates sebagai lokasi bakti sosial, di RW ini telah terdapat dua kasus positif DBD dimana diperkirakan sudah terjadi penularan setempat.
       Secara terpisah Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Wilis Prasetyo, SKM, MPH menyampaikan bahwa meskipun mulai tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 kasus DBD mengalami trend penurunan, namun pada tahun 2016 baru pada minggu ke 5 jumlah kasus sudah ada 22 kasus positf satu diantaranya sampai mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS) dan meninggal dunia. Selengkapnya data kasus DBD di Kabupaten Kulon Progo mulai tahun 2010 = 472 kasus, 2011 = 126, 2012 = 50, 2013 = 144, 2014 = 128, 2015 = 123, dan tahun 2016 sampai minggu ke-5 sebanyak 22 kasus.
       Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dr. Bambang Haryatno, M.Kes. yang hadir meninjau kegiatan bakti sosial ini berpesan, agar masyarakat untuk kembali aktif meningkatkan kebersihan lingkungan dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
       Dengan pengalaman ditemukannya jentik nyamuk di RW 02 dimana sebagian besar ditemukan pada tempat-tempat yang tidak terjamah seperti padasan tempat wudhu yang tidak dimanfaatkan, lantai yang menggenang di ruang WC yang tidak dimanfaatkan maupun benda-benda bekas lainnya, maka sebaiknya dalam pelaksanaan PSN oleh masyarakat juga harus diperluas dan menjangkau hal- hal tersebut, demikian lanjut Bambang.
       Dari beberapa cerita peserta bakti sosial usai melakukan pemantauan di lapangan jentik ditemukan pada air rambangan kendi (wadah air minum dari gerabah: red) oleh Achmad Syukur, akuarium yang tidak dimanfaatkan dan tampungan air pada kulkas oleh Budi Ariwibowo, wadah tampungan bocoran genting dan drum bekas untuk menampung air minum ternak sapi oleh Eni Sri Sumaryanti, padasan air wudhu yang tidak dimanfaatkan dan genangan air pada lantai WC yang tidak dimanfaatkan oleh Budi Wiyoso.
       Pada kesempatan tersebut juga bersamaan dengan jadwal penimbangan balita dan pemberian vitamin A oleh Kader sehingga hasil pemantauan jentik pada hari itu juga disampaikan kepada masyarakat yang hadir.
      

       Foto bersama usai bakti sosial PSN.

 

       Kepala Puskesmas Wates drg. Anie Mursiastuti, M.Kes. yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada HAKLI Cabang Kulon Progo yang telah berkenan membantu masyarakat di wilayah Wates dalam PSN. Anie juga merasa prihatin ternyata dari hasil rekap data pantauan jentik di RW 02, Angka Bebas Jentik (ABJ) baru mencapai 69%. Artinya dengan angka ini di RW 02 masih sangat rawan terhadap penularan setempat. Hal tersebut disampai Anie di depan masyarakt yang hadir pada pertemuan tersebut dan sekaligus berpesan agar kegiatan PSN ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat secara mandiri sehingga akan dapat menekan kasus DBD di wilayahnya. (TvS).

Kirim | Versi Cetak


"Berita" Lainnya

   Persuratan       

   PROFIL KESEHATAN